Apa Kata Alkitab tentang Pengampunan? Kasih Karunia yang Memerdekakan

Ruang sidang dan salib mengatakan hal yang sama: utang itu sudah dibayar. Bedanya, salib melunasinya bagi setiap orang yang kelak percaya — dua ribu tahun sebelum mereka dilahirkan.
Pengampunan bukan gagasan segar dari rak buku pengembangan diri. Ia adalah tindakan pusat seluruh Alkitab. Seluruh alur Kitab Suci — dari Eden sampai kubur yang kosong — bergerak menuju satu peristiwa: Allah menghapus utang umat manusia dan menyatakan perkara itu selesai. Bukan karena Ia menutup mata terhadap utang itu. Melainkan karena Ia sendiri yang membayarnya.
Namun pengampunan dalam Alkitab punya dua sisi. Allah mengampuni Anda. Dan pengampunan yang sama itu menjadi kuasa yang memampukan Anda mengampuni orang lain. Kedua sisi itu berjalan dengan bahan bakar yang sama: kasih karunia.
Tulisan ini mengumpulkan ayat-ayat kunci tentang pengampunan, menelusuri kata-kata aslinya dalam bahasa Yunani dan Ibrani, dan menunjukkan seperti apa pengampunan yang berpusat pada kasih karunia itu dalam hidup sehari-hari.
Tiga Kata Yunani yang Membuka Makna Pengampunan
Perjanjian Baru memakai tiga kata Yunani yang berbeda untuk pengampunan, dan masing-masing menyingkapkan sudut pandang yang berbeda tentang apa yang Yesus kerjakan di salib.
1. Aphiemi — Melepaskan, Menyingkirkan Jauh-jauh
Kata yang paling sering diterjemahkan "mengampuni" dalam Injil adalah (aphiemi) ἀφίημι. Artinya "melepaskan, membiarkan pergi, menyingkirkan jauh-jauh". Ketika Yesus berseru dari atas salib, "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat" (Lukas 23:34 TB), kata yang Ia pakai adalah aphiemi. Ia meminta Bapa melepaskan mereka — menyingkirkan utang itu sepenuhnya dari pundak mereka.
Kata yang sama muncul dalam Matius 6:12: "dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami" (Matius 6:12 TB). Kata yang TB terjemahkan "kesalahan" di sini adalah (opheilema) ὀφείλημα — "utang, kewajiban yang harus dibayar". Gambarannya adalah seorang pemberi pinjaman yang merobek surat perjanjian. Kewajiban itu nyata. Catatannya sungguh ada. Tetapi sang pemberi pinjaman memilih melepaskannya. Begitulah Allah memperlakukan catatan Anda.
2. Charizomai — Menghapus dengan Kemurahan
Kata kedua adalah (charizomai) χαρίζομαι. Akarnya sama dengan (charis) χάρις — kasih karunia. Kata ini berarti "menghapus utang dengan cuma-cuma dan penuh kemurahan". Tidak ada syarat yang dituntut dari si penanggung utang. Seluruh inisiatif ada pada pihak yang menghapuskan.
Yesus memakai kata ini dalam perumpamaan dua orang yang berutang di Lukas 7:42. Yang satu berutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. Keduanya tidak sanggup membayar. Dan sang pemberi pinjaman, kata TB, "menghapuskan hutang kedua orang itu" (Lukas 7:42 TB). Dalam bahasa Yunaninya charizomai — ia menghapus utang keduanya dengan murah hati, tanpa syarat.
Paulus memakai kata yang sama dalam Kolose 2:13: "Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita" (Kolose 2:13 TB). Kata "mengampuni" di situ adalah charizomai. Allah tidak berunding soal syarat. Ia tidak meminta Anda mencicil sebagian. Ia menghapus seluruh tagihan dengan kemurahan-Nya.
3. Hilasmos — Pendamaian
Kata ketiga adalah (hilasmos) ἱλασμός. Artinya "pendamaian" — terpenuhinya sebuah tuntutan yang adil. Kata ini muncul dalam 1 Yohanes 2:2:
Hilasmos berasal dari akar yang sama dengan (hilasterion) ἱλαστήριον — tutup pendamaian di atas tabut perjanjian. Ketika imam besar memercikkan darah di atas tutup itu setahun sekali, keadilan Allah terpuaskan. Darah itu berdiri di antara kekudusan Allah dan kegagalan manusia. Yesuslah tutup pendamaian itu. Darah-Nya bukan sekadar menutupi dosa. Darah-Nya melenyapkannya untuk selamanya.
Bersama-sama, ketiga kata ini membentuk satu gambar yang utuh. Allah melepaskan Anda (aphiemi). Ia menghapus utang Anda dengan kemurahan (charizomai). Dan Ia melakukan semuanya di atas dasar hukum yang benar (hilasmos). Pengampunan dalam Alkitab bukan sikap lembek. Ia tuntas sampai ke akar.
Pengampunan Allah atas Diri Anda: 10 Ayat Kunci
1. Efesus 1:7 — Penebusan oleh Darah-Nya
Kata "penebusan" di sini adalah (apolutrosis) ἀπολύτρωσις — istilah dari pasar budak. Artinya "membeli kembali dan memerdekakan". Pengampunan Anda dibeli dengan harga yang jelas: darah Yesus. Dan takarannya bukan seberapa besar kebutuhan Anda, melainkan "kekayaan kasih karunia-Nya". Persediaan Allah selalu melampaui tuntutan.
2. Kolose 1:13–14 — Dipindahkan dari Kegelapan
Pengampunan di sini bukan sekadar perubahan status. Ia adalah perpindahan. Anda telah dipindahkan dari satu wilayah ke wilayah lain — dari yurisdiksi kegelapan ke dalam Kerajaan Anak Allah. Orang yang diampuni bukan hanya punya catatan yang bersih. Ia menjadi warga sebuah kerajaan yang sama sekali baru.
3. Mazmur 103:12 — Sejauh Timur dari Barat
Utara dan selatan punya ujung yang pasti — dua kutub. Tetapi timur dan barat tidak pernah bertemu. Daud sengaja memilih arah yang jaraknya tak berhingga. Allah tidak memindahkan dosa Anda ke rak yang jauh. Ia menyingkirkannya di sepanjang garis yang tidak berujung. Itulah kebaikan pertama yang Ia ingin Anda ketahui.
4. Yesaya 43:25 — Oleh Karena Diri-Nya Sendiri
Ayat ini menyimpan detail yang sering terlewat. Allah tidak mengampuni Anda semata-mata demi Anda. Ia mengampuni "oleh karena Aku sendiri". Karakter Allah sendiri — keadilan-Nya, kasih-Nya, kesetiaan-Nya pada perjanjian — yang mendorong Dia mengampuni. Itulah diri-Nya. Dan ketika Ia berkata "Aku tidak mengingat-ingat dosamu", bukan berarti Ia mendadak lupa ingatan. Artinya Ia memutuskan, sebagai Hakim yang adil, untuk tidak pernah lagi memperhitungkan dosa itu terhadap Anda.
5. 1 Yohanes 1:9 — Setia dan Adil
Yohanes memilih dua kata: setia dan adil. Ia tidak menulis bahwa Allah "berbelaskasihan dan longgar". Ia menulis bahwa Allah setia pada perjanjian-Nya dan adil dalam karakter-Nya. Ketika Anda mengakui dosa kepada Bapa, Anda tidak sedang membeli pengampunan. Anda adalah anak yang sudah diampuni, yang kini jujur kepada Bapa yang harganya sudah Ia bayar. Pengakuan dosa bukan pembayaran. Itu percakapan.
6. Ibrani 10:17 — Tidak Lagi Diingat
Ungkapan "tidak lagi" dalam bahasa Yunani adalah (ou me) οὐ μή — penyangkalan ganda yang memperkuat penolakan. Para ahli menyebutnya "bentuk penyangkalan yang paling keras". Allah tidak berkata, "Aku akan berusaha melupakan." Ia berkata, pada intinya, "Aku tidak akan pernah, dalam keadaan apa pun, mengingat-ingat dosa ini lagi." Inilah janji Perjanjian Baru dari Yeremia 31:34, yang dikutip dalam surat Ibrani untuk menunjukkan bahwa janji itu kini berlaku penuh. Ketika Anda datang kepada Allah, Ia tidak sedang membuka berkas Anda.
7. 2 Korintus 5:19 — Tidak Tercatat
Kata "memperhitungkan" adalah (logizomai) λογίζομαι — istilah pembukuan. Artinya membebankan ke sebuah rekening, menghitung, memperhitungkan. Allah tidak membebankan pelanggaran Anda ke rekening Anda. Buku besarnya bersih. Dan tugas yang Ia percayakan kepada Anda bukanlah menghakimi dunia — melainkan memberitakan berita pendamaian itu.
8. Matius 18:21–22 — Tujuh Puluh Kali Tujuh Kali
Petrus merasa tujuh kali sudah murah hati. Standar para rabi waktu itu tiga kali. Yesus bukan sekadar menaikkan angkanya — Ia meruntuhkan seluruh gagasan tentang batas. Tujuh puluh kali tujuh kali bukanlah 490. Itu pernyataan bahwa bagi orang percaya, pengampunan tidak punya langit-langit. Mengapa? Karena pengampunan yang Anda terima pun tidak berlangit-langit. Anda tidak bisa memberi apa yang belum pernah Anda terima.
9. Lukas 23:34 — Saat Mereka Masih Bersalah
Yesus mengucapkan kalimat itu ketika paku masih menahan tubuh-Nya di kayu. Para serdadu belum meminta ampun. Orang banyak belum bertobat. Yesus mengampuni mereka justru pada puncak kejahatan mereka — bukan sesudah mereka membenahi diri. Begitulah watak kasih karunia: ia menjumpai Anda pada titik terburuk, bukan sesudah titik terbaik.
10. Roma 4:7–8 — Manusia yang Berbahagia
Paulus mengutip Daud dari Mazmur 32. Kata "berbahagia" di sini adalah (makarios) μακάριος — "sangat bahagia, beruntung". Menurut Kitab Suci, orang paling berbahagia di bumi bukanlah dia yang tidak pernah berbuat dosa. Melainkan dia yang tahu bahwa dosanya tidak akan pernah lagi diperhitungkan terhadapnya. Keyakinan yang sudah beres itu mengubah cara Anda hidup.
Tutup Pendamaian: Tempat Pengampunan dan Keadilan Bertemu
Dalam Perjanjian Lama, tutup pendamaian — (kapporeth) כַּפֹּרֶת — terletak di atas tabut perjanjian. Di dalam tabut itu tersimpan tiga benda yang mewakili pemberontakan manusia: loh-loh hukum yang pernah dipecahkan, buli-buli manna (pemeliharaan yang ditolak), dan tongkat Harun yang bertunas (kepemimpinan yang ditolak). Setiap benda itu bersaksi melawan Israel.
Tetapi Allah berfirman, "Tutupilah." Tutup pendamaian menudungi semua barang bukti itu. Dan setahun sekali, imam besar memercikkan darah ke atas tutup itu — sekali di atas tutup pendamaian bagi Allah, dan tujuh kali di depannya bagi umat. Darah itu berdiri di antara Allah yang kudus dan bangsa yang bersalah.
Kata Ibrani kapporeth dapat diurai menjadi huruf-huruf yang menyingkapkan maknanya: kaf (seperti, menurut), peh-resy (par — seekor lembu jantan, hewan korban), dan tav (salib, tanda). Kata itu sendiri menunjuk ke depan: "seperti lembu korban di atas salib".
Dalam Roma 3:25, Paulus menegaskan hubungan itu:
Kata yang TB terjemahkan "jalan pendamaian" adalah hilasterion — kata Yunani yang sama yang dipakai Septuaginta untuk tutup pendamaian dalam Keluaran 25. Yesus bukan hanya korbannya. Ia adalah tutup pendamaian itu sendiri.
Dan inilah detail yang mengikat semuanya. Ketika Maria Magdalena menjenguk ke dalam kubur yang kosong sesudah kebangkitan, ia melihat dua malaikat — seorang di sebelah kepala dan seorang di sebelah kaki, di tempat mayat Yesus terbaring (Yohanes 20:12). Dua sosok di kedua ujung, menunduk menatap tempat sebuah tubuh pernah dibaringkan. Itulah tutup pendamaian dalam wujud hidup. Hanya saja kali ini tidak ada darah yang perlu menutupi dosa. Tubuh itu sudah tidak ada. Dosa-dosa itu pun sudah tidak ada. Kubur itu adalah kuitansinya.
Pengampunan Itu Yuridis, Bukan Sentimental
Perbedaan ini jauh lebih penting daripada yang disadari kebanyakan orang.
Banyak orang membayangkan pengampunan sebagai Allah yang terlalu baik hati untuk menyimpan dendam. Bukan itu yang Alkitab ajarkan. Seandainya Allah sekadar menyapu dosa ke bawah karpet, Ia tidak lagi benar. Hakim yang melepaskan seorang penjahat tanpa ada yang menanggung hukumannya bukanlah hakim yang berbelaskasihan — ia hakim yang korup.
Roma 3:26 berkata bahwa Allah merancang salib "untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus" (Roma 3:26 TB).
Allah sekaligus adil dan yang membenarkan. Ia tidak berkompromi dengan kekudusan-Nya. Ia memuaskannya. Setiap dosa yang pernah Anda lakukan — dulu, kini, dan nanti — ditimpakan kepada Yesus di salib. Setiap pukulan penghakiman jatuh ke atas Dia. Ketika Ia berseru "Sudah selesai" (Yohanes 19:30), kata Yunaninya adalah (tetelestai) τετέλεσται — kata yang dipakai pada dokumen keuangan untuk menyatakan "lunas dibayar". Kata itu dalam bentuk perfek, yang menandakan tindakan selesai dengan akibat yang tetap.
Dosa Anda tidak diabaikan. Dosa Anda dihukum — di dalam tubuh Pengganti Anda. Dan karena sudah dihukum, berlakulah asas nebis in idem: perkara yang sama tidak boleh diadili dua kali. Allah justru tidak adil bila menghukum Anda atas dosa yang telah Ia hakimi di dalam Kristus.
Itulah sebabnya Roma 8:1 dapat menyatakannya dengan keyakinan penuh:
Tidak ada penghukuman. Bukan "lebih sedikit penghukuman". Bukan "penghukuman yang ditangguhkan sampai kegagalan Anda berikutnya". Sama sekali tidak ada. Suara yang membisikkan bahwa Allah masih marah kepada Anda bukan datang dari Bapa Anda.
Pengampunan Anda kepada Sesama: Apa yang Yesus Ajarkan
Di sinilah kedua sisi pengampunan itu bertemu.
Dalam perumpamaan tentang hamba yang tidak mau mengampuni (Matius 18:23–35), seorang raja menghapus utang hambanya sebesar sepuluh ribu talenta — jumlah yang mustahil dilunasi seumur hidup. Tetapi hamba yang sama keluar dan mencekik rekannya yang berutang seratus dinar kepadanya — sepersekian kecil dari utangnya sendiri yang baru saja dihapuskan. Jawaban sang raja keras: "Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?" (Matius 18:33 TB).
Intinya bukan bahwa Allah akan menarik kembali pengampunan-Nya kalau Anda gagal mengampuni orang lain. Intinya adalah: orang yang benar-benar mengerti betapa banyak ia telah diampuni akan sulit menahan pengampunan bagi orang lain. Keduanya terkait — bukan sebagai syarat, melainkan sebagai buah.
Yesus berkata kepada Simon orang Farisi itu: "Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih" (Lukas 7:47 TB). Perempuan yang meminyaki kaki Yesus dengan minyak wangi mahal itu tidak mengasihi Dia supaya diampuni. Ia mengasihi Dia karena ia tahu dirinya sudah diampuni. Dalamnya kasih Anda berbanding lurus dengan dalamnya pengertian Anda akan pengampunan.
Prinsip yang sama bekerja secara mendatar. Cara Anda memperlakukan pasangan, anak-anak, rekan kerja, bahkan orang yang memusuhi Anda, mengalir dari apa yang Anda percayai tentang kedudukan Anda sendiri di hadapan Allah. Kalau Anda yakin Allah masih menyimpan sesuatu terhadap Anda, Anda pun akan menyimpan sesuatu terhadap orang lain. Kalau Anda tahu rekening Anda sudah bersih, Anda sanggup membersihkan rekening mereka.
Paulus mengatakannya dengan lugas dalam Efesus 4:32:
Ukurannya bukan "ampunilah karena itu hal yang benar". Ukurannya adalah "ampunilah sebagaimana Allah telah mengampuni kamu". Salib adalah alasannya sekaligus polanya. Allah tidak menuntut dari Anda apa yang belum lebih dahulu Ia sediakan bagi Anda.
Yusuf dan Saudara-saudaranya: Studi Kasus Kasih Karunia
Kisah Yusuf dalam Kejadian 37–50 adalah salah satu narasi terpanjang dalam Perjanjian Lama, dan pengampunan berdiri di jantungnya.
Saudara-saudara Yusuf menjualnya menjadi budak karena iri hati. Ia menghabiskan bertahun-tahun di negeri asing — dituduh palsu, dipenjara, dilupakan. Ketika akhirnya ia berdiri di hadapan mereka sebagai orang kedua paling berkuasa di Mesir, ia punya segala hak — secara hukum maupun moral — untuk membalas.
Sebaliknya, ia menangis. Dan ia berkata:
Yusuf tidak mengecilkan apa yang terjadi. Ia tidak berpura-pura saudara-saudaranya tak bersalah. Ia berkata terus terang, "Kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku." Tetapi ia meletakkan kejahatan itu di dalam bingkai yang lebih besar: maksud Allah yang berdaulat. Dari dalam bingkai itulah pengampunan menjadi mungkin.
Yusuf menamai anak sulungnya Manasye — (Menasyeh) מְנַשֶּׁה — yang berarti "Allah telah membuat aku lupa segala kesukaranku". Bukan berarti Yusuf hilang ingatan tentang sumur dan penjara itu. Tetapi luka itu tidak lagi mengendalikan dirinya. Allah telah mengganti kepahitan dengan kesuburan.
Anak keduanya ia namai Efraim — (Efrayim) אֶפְרָיִם — yang berarti "Allah membuat aku subur di negeri kesengsaraanku". Yusuf tidak menunggu keadaannya berubah dulu baru berbuah. Ia berbuah di dalam negeri kesengsaraan itu. Itulah buah pengampunan. Ia tidak menuntut orang lain bertobat lebih dahulu. Ia hidup dari persediaan yang datang dari Allah, bukan dari orang yang melukai Anda.
Kepahitan: Racun yang Anda Minum Sendiri
Ibrani 12:15 memberi peringatan yang lugas:
Ayat itu tidak berkata, "jagalah supaya jangan ada yang melakukan dosa besar". Ayat itu berkata, "jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah". Kepahitan tidak bermula dari sebuah pelanggaran yang mengerikan. Ia bermula ketika pandangan Anda lepas dari kasih karunia. Jauh sebelum akar itu menghasilkan buah yang kelihatan — dendam, hubungan yang retak, bahkan keluhan fisik — masalah sesungguhnya adalah seseorang yang tak lagi percaya dirinya sudah diampuni sepenuhnya.
Dan kerusakannya tidak pernah bersifat pribadi. Ayat itu berkata akar pahit itu "mencemarkan banyak orang". Satu orang yang pahit hati dalam sebuah keluarga, kantor, atau jemaat akan menularkan pencemaran itu ke sekelilingnya. Kepahitan yang tampak seperti sakit hati pribadi berubah menjadi racun bersama.
Obatnya bukan kekuatan tekad. Anda tidak bisa mengepalkan gigi lalu memaksa diri mengampuni. Obatnya adalah kembali ke fondasi: Anda telah diampuni begitu banyak. Ketika kenyataan itu turun ke hati — bukan sekadar mampir di kepala — melepaskan orang lain menjadi mungkin. Di mana rasa bersalah tinggal, pemulihan pergi. Di mana pengampunan tinggal, kemerdekaan menetap.
Ayat berikutnya dalam Ibrani 12 menyinggung percabulan (ay. 16), yang sepintas tidak berhubungan. Tetapi kaitannya disengaja. Kepahitan dan dosa seksual dirangkai dalam satu peringatan karena keduanya tumbuh dari akar yang sama: hati yang menjauh dari kasih karunia. Ketika Anda tidak beristirahat dalam pengampunan Anda, Anda akan mencari kelegaan di tempat yang salah. Pertempuran yang sesungguhnya selalu soal apakah Anda percaya bahwa Anda diterima sepenuhnya.
Kebaikan Pertama yang Terlupakan
Mazmur 103:2–3 mendaftarkan kebaikan Allah dalam urutan yang tertentu:
Kebaikan pertama adalah pengampunan. Yang kedua kesembuhan. Urutan itu bukan kebetulan. Pengampunan adalah induk dari setiap berkat lainnya. Ketika perkara pengampunan sudah beres di hati Anda — ketika Anda percaya bahwa Allah telah mengampuni segala dosa Anda, bukan hanya yang dilakukan sebelum Anda menerima Kristus, melainkan semuanya — kebaikan-kebaikan lain akan menyusul.
Yesus memperagakan urutan ini pada orang lumpuh yang diturunkan lewat atap dalam Markus 2. Ia bisa saja langsung menyembuhkannya. Sebaliknya, Ia berkata lebih dahulu: "hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!" (Markus 2:5 TB). Barulah kemudian: "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" (Markus 2:11 TB). Pengampunan mendahului kesembuhan. Jati diri mendahului mujizat.
Inilah sebabnya begitu banyak orang percaya kesulitan menerima janji-janji Allah yang lain. Mereka memahami pengampunan secara teori, tetapi belum mengalaminya sebagai penyingkapan di dalam hati. Mereka masuk ke hadirat Allah dengan ragu akan kedudukan mereka, terburu-buru menyelesaikan doa, lalu pergi sebelum sempat benar-benar bersama Bapa. Padahal dengan seorang sahabat mereka bisa duduk dua jam tanpa sekali pun melirik jam. Apa bedanya? Mereka tahu sahabat itu tidak sedang mencatat kesalahan mereka. Hal yang sama belum mereka percayai tentang Allah.
Janji Perjanjian Baru dalam Ibrani 8:10–12 membuat kaitannya terang benderang. Allah berkata: "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka" — tuntunan dari dalam. "Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku" — hubungan. "Mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku" — keakraban. Dan apa dasar dari semua itu? "Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka" (Ibrani 8:12 TB).
Kata yang diterjemahkan "menaruh belas kasihan" di ayat itu adalah (hileos) ἵλεως — dari akar yang sama dengan hilasterion, tutup pendamaian. Allah bukan sekadar bersedia memaklumi dosa Anda. Ia berkenan mendamaikan — Ia punya dasar yang benar, sah, dan dibeli dengan darah, untuk memperlakukan Anda seolah Anda tidak pernah berdosa. Dan justru karena itulah Ia dapat menuntun Anda, bergaul dengan Anda, dan dikenal oleh Anda.
Pengampunan bukan garis start yang Anda tinggalkan di belakang. Ia adalah tanah yang Anda pijak setiap hari.
Jawaban Injil
Jawaban Injil atas rasa bersalah bukanlah "berusahalah lebih baik". Jawaban Injil adalah "semuanya sudah selesai dikerjakan".
Utang itu sudah dibayar — bukan dikurangi, bukan ditunda, bukan dijadwal ulang. Dibayar lunas. Catatan itu sudah dibersihkan — bukan disembunyikan, bukan disegel, bukan diarsipkan. Dibersihkan. Dan kasih karunia yang sama yang membersihkan catatan Anda kini memberi Anda kuasa untuk membersihkan catatan yang Anda simpan terhadap orang lain.
Anda tidak sedang mendaki menuju pengampunan. Pengampunan sudah lebih dahulu turun menjumpai Anda.
Suka tulisan ini? Terima renungan singkat seperti ini di kotak masuk Anda setiap pagi.
