Kebanyakan orang hidup di bawah kuasa jam dinding. Hidup diukur dengan jam, tenggat, dan halaman kalender. Namun Alkitab memakai satu kata lain untuk waktu — kata yang sama sekali tak ada urusannya dengan jarum jam di rumah Anda.

Kata itu adalah (kairos) καιρός — dan kata ini mengubah cara Anda membaca hampir setiap janji besar dalam Perjanjian Baru.

Kairos tidak menghitung menit. Ia menandai momen — momen yang ditetapkan, momen yang berkenan, momen yang ditata Allah, ketika waktu yang tepat bertemu dengan tempat yang tepat. Inilah kata di balik "Waktunya telah genap" dalam Markus 1:15, "setelah genap waktunya" dalam Galatia 4:4, dan "waktu ini adalah waktu perkenanan itu" dalam 2 Korintus 6:2.

Jika Anda pernah bertanya-tanya mengapa sebagian doa seolah dijawab seketika sementara yang lain menunggu bertahun-tahun, jawabannya sering tersembunyi di dalam satu kata Yunani ini.

Tulisan ini menelusuri kairos dari akar bahasa Yunaninya, membandingkannya dengan chronos, menyusuri ayat-ayat kunci yang memakainya, dan menunjukkan mengapa penetapan waktu Allah selalu merupakan tindakan kasih karunia — tidak pernah hukuman.


Kairos: Menggali Kata Yunaninya

Kata Yunani (kairos) καιρός — bernomor Strong G2540 — dijelaskan Leksikon Thayer sebagai "suatu masa yang tetap dan tertentu; waktu yang berkenan, musim yang pas; saat yang tepat." Seorang pakar bahasa Yunani lain merumuskannya sebagai "waktu sebagai kesempatan, saat yang cocok, momen yang tepat, saat yang berkenan."

Ini bukan waktu yang netral. Kairos membawa mutu tersendiri. Ia melukiskan musim yang sarat maksud ilahi, sebuah jendela yang Allah buka tepat pada saat yang benar.

Kata ini muncul lebih dari 80 kali dalam Perjanjian Baru. Ia hadir dalam pengajaran Yesus, surat-surat Paulus, khotbah Petrus, dan — lewat padanan Ibraninya — dalam tulisan para nabi Perjanjian Lama. Hampir setiap kali muncul, suasananya menyenangkan: musim ketika Allah bertindak, pintu kesempatan yang terbuka, saat menuai.

Ketika Yesus memulai pelayanan-Nya di depan umum, Dia memakai kata ini juga:

"Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!" Markus 1:15 (TB)

Kata "waktu" di sini adalah kairos. Yesus tidak berkata, "Jarum jam sudah menunjuk angka tertentu." Dia berkata, "Musim yang berkenan, yang ditetapkan dan ditentukan Allah, sudah tiba." Kerajaan Allah tidak berjalan menurut jadwal manusia. Ia berjalan menurut kairos.


Chronos dan Kairos: Dua Jenis Waktu

Perjanjian Baru memakai dua kata Yunani yang berbeda untuk "waktu", dan selisih di antara keduanya membuka sebuah prinsip besar dalam Alkitab.

Chronos: Waktu Jam Dinding

(chronos) χρόνος — Strong G5550 — adalah asal kata "kronologis" dan "kronometer". Kata ini menunjuk waktu sebagai urutan yang terukur: detik, menit, jam, hari. Chronos bisa dihitung. Bisa dilacak di arloji. Ia melaju dengan kecepatan tetap, tak peduli apa yang terjadi di dalamnya.

Chronos adalah waktu sebagai kuantitas. Ia menjawab pertanyaan: Berapa lama?

Kairos: Waktu yang Ditetapkan

Kairos adalah waktu sebagai kualitas. Ia menjawab pertanyaan: Momen macam apa ini?

Kairos tidak peduli berapa menit berlalu. Ia menandai watak suatu musim tertentu. Seorang petani tidak menuai karena tanggal di kalender. Ia menuai ketika buahnya matang. Saat matang itulah kairos.

Anda bisa menghabiskan dua puluh tahun dalam chronos — menunggu, berdoa, memercayai Allah untuk sebuah janji — lalu dalam satu momen kairos, penggenapannya tiba. Abraham dan Sara menanti kira-kira dua puluh tahun untuk Ishak. Tetapi ketika kairos Allah tiba, janji itu nyata:

"Sebab firman ini mengandung janji: 'Pada waktu seperti inilah Aku akan datang dan Sara akan mempunyai seorang anak laki-laki.'" Roma 9:9 (TB)

Frasa "pada waktu seperti inilah" memakai kata kairos. Dua puluh tahun chronos. Satu momen kairos. Dan mukjizat itu pun lahir.

Perbedaan ini juga menjelaskan mengapa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya:

"Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya." Kisah Para Rasul 1:7 (TB)

Dalam ayat ini ada dua kata Yunani yang berbeda: chronos, yang oleh TB diterjemahkan "masa", dan kairos, yang diterjemahkan "waktu". Yesus seakan berkata: Bapa memegang kedua-duanya — jam maupun momen yang ditetapkan. Anda tidak perlu mengatur salah satunya. Tugas Anda adalah menerima Roh Kudus dan menjadi saksi-Nya.


Padanannya dalam Bahasa Ibrani: Eth

Perjanjian Lama ditulis dalam bahasa Ibrani, dan kata Ibrani yang sepadan dengan kairos adalah (eth) עֵת — "waktu yang ditentukan". Seperti kairos, eth menunjuk pada waktu yang ditetapkan, musim yang pas, saat yang berkenan.

Pengkhotbah 3:1 memakai eth ketika berkata:

"Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya." Pengkhotbah 3:1 (TB)

Kata "waktu" di sini adalah eth. Salomo tidak berkata hidup ini acak. Ia berkata setiap peristiwa punya musim yang ditetapkan — tatanan ilahi di balik apa yang tampak kebetulan.

Hubungan antara eth dan kairos menjadi terang benderang dalam Pengkhotbah 9:11:

"Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua." Pengkhotbah 9:11 (TB)

Kata "waktu" di sini adalah eth. Dalam Septuaginta, terjemahan Yunani Perjanjian Lama, kata yang sama diterjemahkan kairos. Dan kata yang oleh TB diterjemahkan "nasib" adalah (qarah) קָרָה — yang sama sekali bukan berarti untung-untungan. Artinya peristiwa yang ditata Allah, sebuah perjumpaan yang tepat di tempat yang tepat.

Pengamatan Salomo jelas: pemenang dalam hidup bukan selalu yang paling cepat, paling kuat, atau paling pintar. Pemenangnya adalah mereka yang berada di waktu yang tepat dan di tempat yang tepat — dan hanya Allah yang sanggup mengatur itu.

Ada satu kata Ibrani lain yang patut dicatat: (moed) מוֹעֵד — "pertemuan yang ditetapkan", hari raya yang sudah dijadwalkan, waktu yang ditentukan. Inilah kata yang dipakai untuk hari-hari raya Israel dalam Imamat 23. Kalender Allah tidak asal-asalan. Setiap perayaan adalah moed — pertemuan terjadwal antara Allah dan umat-Nya. Dan setiap perayaan itu menunjuk kepada Yesus, lalu digenapi tepat pada kairos-nya.


7 Nas Alkitab Penting yang Memakai Kairos

1. Markus 1:15 — Waktunya Telah Genap

"Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!" Markus 1:15 (TB)

Yesus mengumumkan bahwa kairos Kerajaan Allah sudah tiba. Empat ratus tahun sunyi dari suara nabi antara Maleakhi dan Matius adalah chronos. Saat Yesus melangkah ke pelayanan umum, itulah kairos. Sorga sudah menyiapkan momen ini sejak Kejadian 3:15.

2. Galatia 4:4 — Setelah Genap Waktunya

"Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat." Galatia 4:4 (TB)

Kata "waktu" di sini sebenarnya chronos, tetapi ungkapan "setelah genap waktunya" mengusung gagasan kairos. Allah menunggu sampai segala syarat pas: jalan-jalan Romawi yang melapangkan langkah Injil, bahasa Yunani yang menyebarkan Kitab Suci, jaringan sinagoge Yahudi yang memberi Paulus mimbar di setiap kota. Allah tidak pernah terlalu cepat dan tidak pernah terlambat. Dia mengutus Anak-Nya pada saat yang sempurna.

3. Pengkhotbah 3:11 — Indah pada Waktunya

"Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir." Pengkhotbah 3:11 (TB)

Kata "waktu" di sini adalah eth (kairos dalam Septuaginta). Allah tidak sekadar membuat segala sesuatu baik. Dia membuatnya indah — dan keindahan itu terikat pada waktunya. Panen yang dipaksa terlalu dini menghasilkan buah masam. Panen pada kairos menghasilkan buah manis. Penundaan Allah bukan penolakan. Itulah proses yang dipakai-Nya untuk menjadikan sesuatu indah.

4. 2 Korintus 6:2 — Sekaranglah Waktu Perkenanan Itu

"Sebab Allah berfirman: 'Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau.' Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu." 2 Korintus 6:2 (TB)

Kata "waktu" di sini adalah kairos, dan kata yang TB terjemahkan "perkenanan" adalah (dektos) δεκτός — yang oleh Thayer dijelaskan sebagai "waktu ketika kemurahan cuma-cuma dari Allah tercurah berlimpah-limpah." Ini bukan musim yang netral. Ini musim ketika kasih karunia Allah meluap, ketika Dia mendengar dengan hati yang berkenan, ketika Dia mengabulkan permintaan. Kata Paulus, kairos itu adalah sekarang — sepanjang zaman kasih karunia tempat kita hidup ini. Lebih jauh soal ini di bawah.

5. Kisah Para Rasul 3:19-20 — Waktu Kelegaan

"Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan, agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan." Kisah Para Rasul 3:19-20 (TB)

Kata "waktu" di situ adalah kairos. Petrus menjanjikan kepada orang banyak bahwa pertobatan membawa musim-musim kelegaan dari hadirat Tuhan. Ini bukan peristiwa sekali seumur hidup. Ini pengalaman yang berulang — musim ketika hadirat Allah menyegarkan, memulihkan, dan membarui umat-Nya.

6. Galatia 6:9 — Apabila Sudah Datang Waktunya

"Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah." Galatia 6:9 (TB)

Frasa "apabila sudah datang waktunya" memakai kata kairos. Ketika kairos datang, panen pun datang. Perintahnya lugas: jangan menyerah. Jangan berhenti. Jangan mengira bahwa chronos yang panjang berarti kairos yang batal. Musim menuai Anda masih di depan, dan ia akan tiba pada saat yang Allah tetapkan.

7. Lukas 4:19 — Tahun Rahmat Tuhan

"untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." Lukas 4:19 (TB)

Yesus membacakan ayat dari Yesaya 61 ini di sinagoge kampung halaman-Nya. Kata yang TB terjemahkan "rahmat" adalah dektos — kata yang sama yang dipakai Paulus dalam 2 Korintus 6:2. Yesus memberitakan bahwa Dia datang untuk mengumumkan musim kemurahan Allah yang berlimpah. Lalu Dia menggulung kitab itu. Nas aslinya dalam Yesaya masih berlanjut: "dan hari pembalasan Allah kita" (Yesaya 61:2), tetapi Yesus berhenti di tengah kalimat. Zaman kasih karunia — masa yang kita huni sekarang — adalah tahun rahmat itu. Hari pembalasan belum tiba.


Penyebutan Pertama Eth dalam Alkitab

Hukum penyebutan pertama adalah salah satu prinsip penyelidikan Alkitab: kemunculan perdana sebuah kata dalam Kitab Suci kerap menyingkapkan sesuatu yang mendasar tentang maknanya di seluruh bagian Alkitab selanjutnya.

Kata Ibrani eth pertama kali muncul di Kejadian 8:11:

"Menjelang waktu senja pulanglah burung merpati itu kepada Nuh, dan pada paruhnya dibawanya sehelai daun zaitun yang segar. Dari situlah diketahui Nuh, bahwa air itu telah berkurang dari atas bumi." Kejadian 8:11 (TB)

Frasa "menjelang waktu senja" memuat kata eth, dan ada tiga rincian yang mengelilingi kemunculan pertama ini:

  1. Burung merpati. Merpati adalah lambang Roh Kudus yang konsisten di sepanjang Kitab Suci. Pada baptisan Yesus, Roh turun "seperti burung merpati" (Matius 3:16).
  2. Daun zaitun. Pohon zaitun menghasilkan minyak — lambang pengurapan Roh Kudus sekaligus lambang damai.
  3. Tanda bahwa penghakiman sudah lewat. Bahtera Nuh terdampar di Gunung Ararat. Nama Ararat berakar pada kata Ibrani (arar) אָרַר — "mengutuk". Maka Ararat mengandung makna "kutuk itu dibalikkan". Air bah penghakiman telah surut. Kehidupan baru terbentang di depan.

Maknanya terang. Pertama kali "waktu yang berkenan" muncul dalam Alkitab, ia terhubung dengan Roh Kudus (merpati), dengan damai (daun zaitun), dan dengan dibalikkannya penghakiman (air yang surut). Momen-momen kairos dalam hidup Anda akan membawa tanda yang sama: arahan Roh Kudus, damai yang meneguhkan bahwa ini tangan Allah, dan bukti bahwa kutuk telah dibalikkan lewat salib.

Ini juga berarti kairos baru tersedia sesudah penghakiman berlalu. Demikian pula, momen kairos kita hari ini mengalir dari karya Yesus yang sudah selesai. Penghakiman jatuh ke atas Dia di kayu salib. Kutuk dibalikkan pada kebangkitan-Nya. Dan kini, berdiri di atas tanah kebangkitan, Roh Kuduslah yang mengatur waktu dan tempat yang tepat bagi Anda.


Kairos dan Kasih Karunia: Waktu Perkenanan

Kaitan antara kairos dan kasih karunia bukan kebetulan. Kaitan itu menyatu dalam bangunannya.

Dalam 2 Korintus 6:2, Paulus mengutip Yesaya 49:8 lalu menambahkan pernyataannya sendiri:

"Sebab Allah berfirman: 'Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau.' Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu." 2 Korintus 6:2 (TB)

Kata "perkenanan" itu adalah dektos. Thayer mengartikannya "diterima, berkenan, menyenangkan", dan secara khusus mencatat pemakaiannya di Lukas 4:19 sebagai "tahun ketika kemurahan cuma-cuma dari Allah tercurah berlimpah-limpah." Dengan kata lain, "waktu perkenanan" bukan sekadar waktu yang Allah toleransi. Itu musim ketika kemurahan-Nya yang tak diusahakan mengalir tanpa tahan.

Paulus berkata kairos kemurahan yang melimpah itu adalah sekarang. Kata Yunani (nyn) νῦν — "sekarang" — menegaskan saat ini juga. Apa yang dinubuatkan Yesaya sebagai musim yang akan datang, Paulus nyatakan sebagai kenyataan yang sedang berlangsung. Anda tidak perlu menunggu musim perkenanan Allah dimulai. Anda sudah berada di dalamnya.

Ada akibat praktis dari hal ini. Kemunculan pertama qarah (perjumpaan yang tepat, keberhasilan) dalam Alkitab ada di Kejadian 24:12, ketika hamba Abraham berdoa:

"TUHAN, Allah tuanku Abraham, buatlah kiranya tercapai tujuanku pada hari ini, tunjukkanlah kasih setia-Mu kepada tuanku Abraham." Kejadian 24:12 (TB)

Ungkapan "tercapai tujuanku" itulah qarah. Dan "kasih setia" adalah (hesed) חֶסֶד — kata Ibrani untuk kasih perjanjian, rahmat, dan kasih karunia. Pada kemunculan perdananya, "perjumpaan yang tepat" berdiri persis di samping kasih karunia. Kairos tidak bisa dipisahkan dari kemurahan Allah yang tak layak kita terima. Satu-satunya jalan menerima momen waktu-yang-tepat-tempat-yang-tepat adalah kasih karunia — bukan kecerdasan pribadi, bukan strategi karier, bukan prestasi.

Karena itu pula satu-satunya cara menggagalkan kairos adalah mencoba melayakkan diri untuk mendapatkannya. Galatia 2:21 memperingatkan bahwa usaha sendiri meniadakan kasih karunia Allah. Jika kasih karunia adalah kemurahan yang cuma-cuma dan tak terbeli, satu-satunya cara memblokirnya adalah berusaha membelinya. Ketika usaha diri mati, kasih karunia mengalir. Ketika Anda beristirahat dalam apa yang sudah Kristus kerjakan, Anda menempatkan diri untuk menerima apa yang hanya bisa Allah tata.


Bagaimana Roh Kudus Menata Momen Kairos

Kemunculan pertama eth dalam Kejadian 8:11 mengaitkan waktu yang berkenan dengan burung merpati — lambang Roh Kudus. Itu bukan hiasan cerita. Itu pengajaran.

Tidak ada manusia yang sanggup memproduksi momen kairos. Anda tidak bisa menempatkan diri di tempat yang tepat pada saat yang tepat hanya dengan akal, siasat, atau kerja mati-matian. Pengkhotbah 9:11 sudah menegaskannya: kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat.

Hanya Roh Kudus yang bisa menyusun keadaan sedemikian rupa sehingga Anda bertemu orang yang tepat, mendengar perkataan yang tepat, melangkah lewat pintu yang tepat, persis pada saat yang tepat. Lihat kisah Rut:

"Pergilah ia, lalu sampai di ladang dan memungut jerami di belakang penyabit-penyabit; kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh." Rut 2:3 (TB)

Kata "kebetulan" itu memakai kata Ibrani qarah — dua kali dalam satu ayat, sebagai kata benda dan kata kerja. Rut tidak tahu siapa pemilik ladang itu. Ia tidak menyelidiki Boas lebih dulu. Ia hanya berkata kepada Naomi, "Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku" (Rut 2:2, TB). Kata Ibrani di balik "murah hati" itu adalah (khen) חֵן — "kasih karunia". Ia menyebut kasih karunia bahkan sebelum kakinya menginjak ladang itu.

Dan ia "kebetulan" mendarat di ladang orang terkaya di Betlehem — yang kemudian menjadi penebus keluarganya, leluhur langsung Yesus Kristus. Apa yang disebut "nasib" dalam terjemahan kita, disebut oleh teks Ibrani sebagai perjumpaan yang ditata Allah. Roh Kudus menuntun langkahnya tanpa ia sadari.

Pola yang sama berulang di sepanjang Kitab Suci. Hamba Abraham berdoa meminta qarah dan menemukan Ribka di sumur — bahkan sebelum doanya selesai (Kejadian 24:15). Yusuf dijual sebagai budak, tetapi Allah menempatkannya di penjara yang tepat pada saat yang tepat untuk mengartikan mimpi Firaun dan menyelamatkan bangsa-bangsa. Ester ditempatkan di istana "untuk saat yang seperti ini" — dan kata "saat" dalam Ester 4:14 adalah eth.

Roh Kudus tidak menunggu Anda cukup pintar atau cukup jitu bersiasat. Dia berjalan di depan Anda dan meratakan jalan yang berliku. Bagian Anda sederhana: tinggal dekat dengan Dia, tinggal dalam firman-Nya, dan percaya bahwa Dialah yang mendatangkan waktu dan perjumpaan yang tepat bagi Anda.


Apa Arti Kairos bagi Anda Hari Ini

Jika Anda sedang berada di musim menunggu, kairos menawarkan sebuah janji: Allah tidak terlambat. Chronos Anda mungkin terasa panjang, tetapi kairos Anda sudah disiapkan. Abraham menanti dua puluh tahun. Yusuf menanti tiga belas tahun dalam perbudakan dan penjara. Yesus sendiri menanti tiga puluh tahun sebelum pelayanan-Nya dimulai. Tak sejengkal pun dari chronos itu terbuang. Semuanya persiapan bagi kairos yang mengubah dunia.

Jika Anda sedang berada di musim kebingungan, kairos menawarkan sebuah kompas: berhentilah merekayasa sendiri waktu dan tempat yang tepat. Itu tidak pernah menjadi tugas Anda. Itu tugas Roh Kudus. Tugas Anda adalah melakukan satu hal yang Maria lakukan — duduk di kaki Yesus dan menerima firman-Nya. Yesus berkata kepada Marta bahwa ia kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, padahal hanya satu saja yang perlu (Lukas 10:41-42). Satu perkara itu — waktu bersama firman-Nya — yang menempatkan Anda bagi kairos.

Jika Anda sedang berada di musim menuai, kairos menawarkan sebuah lensa: kenalilah. Jangan menisbatkan terobosan Anda pada keberuntungan, bakat, atau jejaring relasi. Berikan kemuliaan kepada Dia yang menatanya. Pengkhotbah 9:11 memuat tanda tangan Ibrani Aleph-Tav (את) — huruf pertama dan terakhir abjad Ibrani, yang Yesus akui sebagai jati diri-Nya: "Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terakhir, Yang Awal dan Yang Akhir" (Wahyu 22:13). Yesus sendirilah penulis waktu dan tempat Anda yang tepat.

Inilah yang kairos ajarkan tentang watak Allah: penetapan waktu-Nya tidak pernah bersifat hukuman. Itu selalu tindakan kasih karunia. Kata eth pertama kali muncul sesudah penghakiman berlalu. Kata dektos melukiskan musim ketika kemurahan cuma-cuma dari Allah tercurah berlimpah. Bahkan ketika penantian terasa panjang, Allah tidak sedang menahan apa pun dari Anda. Dia membuat segala sesuatu indah pada waktunya (Pengkhotbah 3:11).

Anda tidak perlu tahu jadwalnya. Anda perlu mengenal Dia yang menyusun jadwal itu. Dan Dia mengasihi Anda, sudah mendengar doa Anda, dan pada saat ini juga — dalam kairos ini — sedang bekerja demi kepentingan Anda, mendatangkan kebaikan dari segala sesuatu.

Pertanyaannya tidak pernah apakah Allah akan datang tepat waktu. Pertanyaannya adalah apakah Anda akan mengenali saatnya ketika Dia datang.