Kebanyakan orang menerjemahkan shalom sebagai "damai". Itu seperti menerjemahkan kata "rumah" menjadi "sebuah bangunan". Secara teknis tidak salah. Tetapi jelas belum lengkap.

Shalom adalah salah satu kata terkaya dalam Alkitab Ibrani. Kata ini muncul lebih dari 250 kali dalam Perjanjian Lama. Ia diucapkan sebagai sapaan sehari-hari, dideklarasikan atas bala tentara, dijanjikan oleh para nabi, bahkan tertanam di dalam salah satu nama Allah sendiri. Ketika para malaikat mengumumkan kelahiran Yesus, mereka tidak memakai kata yang samar tentang perasaan tenang. Mereka mengumumkan shalom — keutuhan total dan menyeluruh bagi seluruh umat manusia.

Artikel ini menelusuri kata Ibrani shalom dari akar katanya, menelaah setiap dimensi yang dicakupnya, menyusuri nas-nas kunci Perjanjian Lama, menghubungkannya dengan kata Yunani yang dipakai dalam Perjanjian Baru, dan menunjukkan bagaimana Yesus menjadi perwujudan penuh dari segala yang dijanjikan shalom.


Daftar Isi

  1. Kata Ibrani: Strong's H7965
  2. Akar Kata: Sh-L-M dan Gagasan Kegenapan
  3. Lima Dimensi Shalom
  4. Nas-nas Penting Perjanjian Lama tentang Shalom
  5. Shalom dan Kata Yunani Eirene
  6. Yesus: Perwujudan Penuh Shalom
  7. Buah Kebenaran Adalah Shalom
  8. Cara Menerima Shalom Hari Ini

Kata Ibrani: Strong's H7965

Kata (shalom) שָׁלוֹם — Strong's H7965 — adalah salah satu kata benda yang paling sering muncul dalam Alkitab Ibrani. Terjemahan Baru menerjemahkannya bermacam-macam sesuai konteks: "damai sejahtera", "sejahtera", "kesejahteraan", "selamat", bahkan "keselamatan".

Rentang terjemahan itu saja sudah mengatakan sesuatu yang penting: tidak ada satu kata pun dalam bahasa kita yang sanggup menampung seluruh muatan shalom. Ketika seorang Ibrani mengucapkan shalom, yang terbayang di benak pendengarnya bukan sebuah ruangan yang sunyi. Yang terbayang adalah sebuah hidup di mana tidak ada yang retak dan tidak ada yang kurang. Tubuh yang sehat. Hubungan yang rukun. Makanan tersedia di meja. Perbatasan yang aman. Keutuhan di setiap sudut keberadaan seseorang.

Di Israel modern, kata itu masih berfungsi demikian. Ketika orang Israel saling menyapa dengan "Shalom", mereka tidak sekadar mendoakan perasaan tenang. Mereka mendoakan kesejahteraan yang utuh — kesehatan, keutuhan, kelimpahan, dan kerukunan, sekaligus.


Akar Kata: Sh-L-M dan Gagasan Kegenapan

Shalom berasal dari kata kerja (shalam) שָׁלַם — Strong's H7999 — yang berarti "menjadi genap, menjadi utuh, menjadi selesai, dipulihkan". Akar yang sama melahirkan kata sifat (shalem) שָׁלֵם, yang berarti "genap, utuh, penuh, sempurna, berdamai" (Strong's H8003).

Shalam juga merupakan kata kerja Ibrani untuk "membayar". Di Israel hari ini, ketika Anda membayar sesuatu di toko, Anda berkata (ani meshalem) אֲנִי מְשַׁלֵּם — "saya membayar ini". Kata kerjanya berakar sama dengan shalom.

Kaitan itu bukan kebetulan. Shalom ada karena sebuah utang telah dilunasi. Keutuhan datang sesudah pembayaran. Damai sejahtera menyusul transaksi yang telah rampung. Itulah sebabnya korban keselamatan dalam kitab Imamat — (shelamim) שְׁלָמִים, bentuk jamak dari shalom — bukanlah korban yang dibawa untuk memperoleh damai. Ia dibawa untuk merayakan damai yang sudah diterima. Utang sudah lunas. Hubungan sudah utuh. Perjamuan boleh dimulai.

Nama kota Yerusalem — (Yerushalayim) יְרוּשָׁלַיִם — memuat akar kata ini. Artinya "dasar damai sejahtera" atau "kota keutuhan". Dan Melkisedek, raja sekaligus imam yang menyongsong Abraham dalam Kejadian 14, adalah raja (Salem) שָׁלֵם — raja damai sejahtera. Penulis Ibrani menarik garis lurus dari Melkisedek kepada Yesus:

"Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanyapun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera."
Ibrani 7:1-2 (TB)

Urutannya: raja kebenaran lebih dahulu, baru raja damai sejahtera. Kebenaran selalu mendahului damai sejahtera. Urutan itu bukan kebetulan, dan kita akan kembali kepadanya.


Lima Dimensi Shalom

Shalom tidak berdimensi tunggal. Perjanjian Lama memakainya setidaknya dalam lima wilayah hidup manusia yang berbeda. Masing-masing penting.

1. Kesehatan Tubuh dan Keutuhan Jasmani

Ketika Perjanjian Lama berbicara tentang shalom sehubungan dengan tubuh, yang dimaksud adalah kebugaran — setiap organ, setiap sistem, setiap bagian tubuh berfungsi sebagaimana mestinya. Berkat Harun dalam Bilangan 6 memohon agar Allah "memberi engkau damai sejahtera", dan damai sejahtera itu mencakup kesehatan jasmani.

Dalam 2 Raja-raja 4:26, ketika Elisa menyuruh Gehazi menemui perempuan Sunem yang anaknya baru saja meninggal, pertanyaan yang ia titipkan adalah: "selamatkah engkau, selamatkah suamimu, selamatkah anak itu?" Kata yang diterjemahkan "selamat" dalam setiap pertanyaan itu adalah shalom. Elisa tidak sedang menanyakan suasana hati perempuan itu. Ia menanyakan kondisi jasmaninya, kesehatan suaminya, dan keadaan anaknya.

2. Kerukunan Hubungan

Shalom melukiskan hubungan yang utuh dan bersih dari permusuhan. Ketika Yakub dan Laban mengikat perjanjian, hasilnya adalah shalom — pertikaian berakhir, dua pihak berdamai. Ketika Daud menanyakan keadaan Yoab dan tentaranya dalam 2 Samuel 11:7, kata yang dipakainya adalah shalom.

Dimensi ini menyentuh keluarga, tempat kerja, dan komunitas. Shalom bukan sekadar tidak adanya konflik terbuka. Shalom adalah hadirnya niat baik dan kepercayaan yang dipulihkan antarmanusia. Damai sejahtera Allah, yang lebih dulu Anda terima di hati sendiri, akan meluber ke setiap hubungan di sekeliling Anda.

3. Kecukupan dan Kelimpahan Materi

Ini mengejutkan sebagian pembaca, tetapi Alkitab Ibrani memakai shalom dalam kaitan langsung dengan kesejahteraan materi. Yeremia 29:7 berkata kepada orang-orang buangan di Babel:

"Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu."
Yeremia 29:7 (TB)

Shalom sebuah kota mencakup ekonominya, pertaniannya, perdagangannya, dan kestabilannya. Ketika Allah menjanjikan shalom, Ia tidak hanya menjanjikan ketenangan batin. Ia menjanjikan bahwa kecukupan akan datang, kebutuhan akan terpenuhi, dan persediaan tidak akan mengering.

4. Keamanan dan Perlindungan

Dalam Imamat 26:6, Allah berjanji:

"Dan Aku akan memberi damai sejahtera di dalam negeri itu, sehingga kamu akan berbaring dengan tidak dikejutkan oleh apapun."
Imamat 26:6 (TB)

Shalom di sini berarti aman dari ancaman luar. Tidak ada musuh di gerbang. Tidak ada binatang buas di padang. Kemampuan untuk berbaring dan tidur tanpa rasa takut. Inilah perhentian yang sama yang digambarkan Mazmur 91 — tempat perlindungan yang tak bisa dimasuki bahaya.

5. Keutuhan Rohani dan Kegenapan

Pada lapisannya yang terdalam, shalom melukiskan hidup yang selaras dengan rancangan asli Allah. Tidak ada yang kurang, tidak ada yang retak, tidak ada yang keluar dari tempatnya. Adam dan Hawa memiliki shalom di Taman Eden sebelum kejatuhan — persekutuan yang utuh dengan Allah, satu sama lain, dan dengan ciptaan. Dosa meretakkan shalom itu. Seluruh kisah penebusan adalah rencana Allah untuk memulihkannya.

Itulah sebabnya shalom lebih dari sekadar perasaan. Ia adalah kenyataan yang berstruktur. Sebuah kota bisa memiliki shalom. Sebuah tubuh bisa memiliki shalom. Sebuah bangsa bisa memiliki shalom. Sebuah pernikahan bisa memiliki shalom. Ketika Allah memulihkan shalom, Ia tidak sekadar membuat perasaan Anda lebih enak. Ia membangun kembali apa yang runtuh.


Nas-nas Penting Perjanjian Lama tentang Shalom

Bilangan 6:24-26 — Berkat Harun

"TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera."
Bilangan 6:24-26 (TB)

Inilah berkat tertua yang tercatat dalam Kitab Suci. Allah menyuruh Harun dan anak-anaknya mengucapkan kata-kata itu persis seperti adanya atas umat Israel, lalu Ia berfirman: "Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka" (Bilangan 6:27 TB).

Kata terakhir dalam berkat itu adalah shalom. Seluruh berkat itu menanjak menuju ke sana: perlindungan, kasih karunia, wajah Allah yang bersinar, lalu shalom — kesejahteraan utuh sebagai puncaknya. Ketika Allah menghadapkan wajah-Nya kepada Anda, hasilnya bukan penghukuman. Hasilnya adalah keutuhan.

Hakim-hakim 6:24 — Yahweh Shalom

Ketika Gideon berjumpa dengan Malaikat TUHAN, ia takut akan mati. Allah berfirman kepadanya:

"Selamatlah engkau! Jangan takut, engkau tidak akan mati."
Hakim-hakim 6:23 (TB)

Tanggapan Gideon adalah mendirikan mezbah dan menamainya:

"Lalu Gideon mendirikan mezbah di sana bagi TUHAN dan menamainya: TUHAN itu keselamatan."
Hakim-hakim 6:24 (TB)

Nama itu dalam bahasa aslinya adalah (Yahweh Shalom) יְהוָה שָׁלוֹם — "TUHAN itu damai sejahtera", yang oleh TB diterjemahkan "TUHAN itu keselamatan". Ini bukan keterangan tentang apa yang Allah berikan. Ini pernyataan tentang siapa Allah. Damai sejahtera bukan sesuatu yang Allah produksi dari luar diri-Nya. Damai sejahtera adalah bagian dari hakikat-Nya, dan ketika Ia mendekat, shalom menyertai.

Yesaya 9:5 — Raja Damai

"Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai."
Yesaya 9:5 (TB)

Gelar itu dalam bahasa Ibrani adalah (Sar Shalom) שַׂר שָׁלוֹם — Raja Shalom. Bukan raja perasaan adem. Bukan raja kelegaan sementara. Ia Raja atas keutuhan yang total, berstruktur, dan merangkul segalanya. Setiap dimensi shalom — kesehatan, kerukunan, kecukupan, keamanan, dan kegenapan rohani — berada di bawah otoritas-Nya. Lambang pemerintahan ada di atas bahu-Nya, bukan di atas bahu Anda.

Yesaya 53:5 — Ganjaran demi Damai Sejahtera Kita

"Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh."
Yesaya 53:5 (TB)

Kata yang di sini diterjemahkan "keselamatan" adalah shalom. Ganjaran — hukuman — yang menghasilkan shalom bagi Anda jatuh ke atas Dia. Keutuhan Anda sudah dibayar di kayu salib. Kesehatan Anda, kerukunan Anda, kecukupan Anda, keamanan Anda, kegenapan rohani Anda — semuanya dibeli oleh apa yang Yesus tanggung. Itulah sebabnya shalom dan shalam berakar sama. Damai sejahtera selalu menyusul pembayaran.

Mazmur 29:11 — Kekuatan dan Sejahtera bagi Umat-Nya

"TUHAN kiranya memberikan kekuatan kepada umat-Nya, TUHAN kiranya memberkati umat-Nya dengan sejahtera!"
Mazmur 29:11 (TB)

Sesudah satu mazmur yang melukiskan suara TUHAN di atas air, di atas padang gurun, dan di atas pohon-pohon aras Libanon, ayat terakhirnya berpaling kepada umat Allah. Allah yang sama, yang suara-Nya mengguncang bumi, memberkati umat-Nya dengan shalom. Kuasa yang memerintah alam juga menyediakan keutuhan bagi anak-anak-Nya. Kekuatan-Nya dan damai sejahtera Anda saling terhubung.

Yesaya 32:17 — Akibat dari Kebenaran

"Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya."
Yesaya 32:17 (TB)

Ayat ini memetakan rantai sebab-akibat. Kebenaran menghasilkan shalom. Shalom menghasilkan ketenangan dan (betach) בֶּטַח — rasa aman, yang oleh TB diterjemahkan "ketenteraman". Kata betach berarti keyakinan, keamanan, kepercayaan yang begitu dalam sampai kegelisahan tidak lagi punya tempat. Jika Anda merindukan shalom, titik berangkatnya bukan usaha, melainkan karunia kebenaran yang sudah Anda miliki di dalam Kristus.


Shalom dan Kata Yunani Eirene

Ketika Alkitab Ibrani diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani dalam Septuaginta, para penerjemah memilih kata (eirene) εἰρήνη — Strong's G1515 — untuk mewakili shalom. Kata ini muncul 92 kali dalam Perjanjian Baru Yunani, dan hampir dalam setiap kemunculannya ia membawa muatan penuh yang sama dengan kata Ibrani aslinya.

Eirene berasal dari kata kerja (eiro) εἴρω yang berarti "menyambung, mengikat menjadi satu". Gambaran harfiahnya adalah tindakan menyatukan kembali apa yang tadinya terpisah. Itulah shalom dalam satu potret: kepingan-kepingan yang pecah dijadikan utuh kembali, yang terbelah dipulihkan menjadi satu.

Inilah sebabnya Paulus dapat menulis:

"Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan."
Efesus 2:14 (TB)

Kata "damai sejahtera" di sini adalah eirene. Yesus bukan hanya membawa damai sejahtera. Dialah damai sejahtera itu. Ia menyambung apa yang terbelah — Yahudi dan bukan Yahudi, Allah dan manusia, surga dan bumi. Tembok yang memisahkan Anda dari Allah telah diruntuhkan di kayu salib. Yang tersisa adalah jalan terbuka kepada Bapa, tanpa penghalang apa pun.

Ketika Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah kebangkitan, kata pertama-Nya adalah:

"Damai sejahtera bagi kamu!"
Yohanes 20:19 (TB)

Dalam bahasa Ibrani atau Aram, Ia mengucapkannya: "Shalom." Tetapi itu bukan sapaan basa-basi. Ia berdiri di hadapan mereka dengan bekas paku di tangan-Nya. Pembayaran sudah dilakukan. Utang sudah lunas. Kini Ia dapat menyatakan seluruh kenyataan shalom — bukan sebagai harapan, melainkan sebagai fakta. Karya yang telah selesai itulah yang memungkinkan damai sejahtera.


Yesus: Perwujudan Penuh Shalom

Setiap dimensi shalom menemukan penggenapannya di dalam pribadi Yesus Kristus.

Keutuhan jasmani. Ke mana pun Yesus pergi, penyakit menyingkir. Orang kusta ditahirkan, mata yang buta dicelikkan, kaki yang lumpuh dipulihkan. Pelayanan-Nya adalah peragaan shalom yang berjalan di atas bumi. Ia menanggung penyakit Anda supaya Anda dapat berjalan dalam kesehatan.

Kerukunan hubungan. Yesus mendamaikan seteru. Ia duduk semeja dengan pemungut cukai dan orang berdosa. Ia merobohkan tembok antara Yahudi dan bukan Yahudi. Ia mengadakan pendamaian antara Allah dan manusia melalui darah-Nya (Kolose 1:20). Di tempat kepahitan pernah berdiri, Ia menghamparkan sebuah meja.

Kecukupan materi. Yesus melipatgandakan roti dan ikan. Ia memberi tahu Petrus di mana harus menebarkan jala. Ia mengutus murid-murid-Nya tanpa bekal, dan mereka tidak pernah kekurangan (Lukas 22:35). Shalom mencakup persediaan, dan Yesus membuktikan bahwa persediaan itu tidak dibatasi oleh keadaan. Kecukupan Anda terikat pada kedudukan Anda di dalam Dia.

Keamanan dan perlindungan. Yesus tertidur di tengah badai di Danau Galilea. Ia berjalan melewati kerumunan yang bermusuhan tanpa tersentuh (Lukas 4:30). Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia" (Yohanes 16:33 TB). Damai sejahtera-Nya tidak bergantung pada absennya bahaya. Damai itu bekerja justru di dalam badai.

Kegenapan rohani. Di atas kayu salib, Yesus berkata (tetelestai) τετέλεσται — "Sudah selesai" (Yohanes 19:30). Utang dibayar lunas. Pemisah antara Allah dan manusia disingkirkan. Setiap tuntutan hukum Taurat dipenuhi. Shalom yang hilang di Eden dipulihkan di Golgota. Anda tidak lagi mendaki menuju keutuhan. Keutuhan itu yang turun kepada Anda.

Di ruang atas, Yesus menyatakannya dengan gamblang:

"Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gundah hatimu."
Yohanes 14:27 (TB)

Ia berkata "damai sejahtera-Ku" — shalom yang sama yang Ia miliki ketika Ia tertidur di tengah badai, ketika Ia berdiri diam di hadapan Pilatus, ketika Ia mengampuni para algojo-Nya dari atas salib. Damai itu bukan konsep. Itu adalah pemindahan milik-Nya sendiri kepada Anda.


Buah Kebenaran Adalah Shalom

Yesaya 32:17 memasang sebuah urutan yang mengalir di sepanjang Alkitab: kebenaran dahulu, baru shalom.

Urutan ini tampak dalam gelar Melkisedek. Ia adalah "raja kebenaran" lebih dulu, baru "raja Salem" — raja damai sejahtera (Ibrani 7:2). Urutannya disengaja.

Urutan ini tampak dalam korban-korban Lewi. Korban bakaran — yang melambangkan penyatuan diri dengan kebenaran Kristus — didahulukan sebelum korban keselamatan. Shelamim diletakkan di atas korban bakaran. Lemak damai dibakar di atas dasar kebenaran (Imamat 3:5). Shalom selalu bersandar pada karya yang sudah selesai.

Urutan ini tampak dalam surat Paulus kepada jemaat di Roma:

"Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus."
Roma 5:1 (TB)

Dibenarkan dahulu. Damai sejahtera kemudian. Pada detik Anda menerima karunia kebenaran melalui iman kepada Kristus, shalom menjadi milik Anda. Bukan sebagai sasaran di masa depan. Sebagai milik yang sudah ada di tangan.

Dan urutan ini tampak dalam salam Petrus:

"Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita."
2 Petrus 1:2 (TB)

Kata "damai sejahtera" di sini adalah eirene — padanan Yunani dari shalom. Petrus berkata bahwa damai itu dapat dilipatgandakan. Shalom Anda — kesehatan, keutuhan, kesejahteraan, kecukupan, dan keamanan Anda — dapat bertambah. Dan sarana pertambahannya adalah pengenalan akan Yesus. Semakin Anda memandang Dia, semakin banyak yang Anda terima dari Dia.

Setiap kali Anda mengaku, "Aku adalah kebenaran Allah di dalam Kristus," shalom mengikuti. Kesehatan mengalir. Hubungan dipulihkan. Kecukupan muncul. Ketakutan pergi. Itulah akibat dari kebenaran — bukan akibat dari prestasi Anda, melainkan akibat dari kedudukan Anda di dalam Kristus.


Cara Menerima Shalom Hari Ini

Korban keselamatan dalam kitab Imamat bukan korban untuk memperoleh damai. Ia adalah korban untuk menikmati damai yang sudah diberikan. Demikian pula, shalom bukan sesuatu yang Anda produksi lewat usaha. Ia sesuatu yang Anda terima lewat iman kepada apa yang sudah Yesus rampungkan.

Ada tiga cara praktis untuk menerima shalom:

1. Nyatakan apa yang Allah nyatakan. Berkat Harun bukan doa memohon damai sejahtera. Ia adalah pernyataan tentang damai sejahtera. Allah berkata kepada Harun: "Ucapkan kata-kata ini atas umat-Ku, dan Aku akan memberkati mereka." Apa yang Anda katakan tentang TUHAN itu penting. Di tengah krisis kesehatan, tekanan keuangan, atau konflik dalam hubungan, katakanlah: "TUHAN adalah shalom-ku. Dialah keutuhanku. Dialah kecukupanku." Perkataan Anda menyelaraskan Anda dengan apa yang sudah menjadi kenyataan di dalam Kristus.

2. Terimalah Perjamuan Kudus. Roti dan cawan adalah tanda dari karya yang sudah selesai. Roti melambangkan tubuh-Nya, yang dipecahkan supaya Anda menjadi utuh. Cawan melambangkan darah-Nya, yang tercurah supaya dosa Anda disingkirkan. Setiap kali Anda mengambil bagian, Anda sedang menghidupkan kembali kenyataan bahwa shalom sudah dibayar lunas. Itu perjamuan ucapan syukur, bukan ritual rasa bersalah.

3. Beristirahatlah dalam karya yang sudah selesai. Yesus berkata, "Janganlah gelisah dan gundah hatimu." Itulah satu-satunya tanggung jawab Anda dalam transaksi damai sejahtera ini. Ia yang menyediakan shalom. Anda menerimanya dengan menolak membiarkan hati Anda ditarik kembali ke dalam kecemasan dan pertikaian. Bukan dengan usaha, melainkan dengan percaya. Bukan dengan tekad, melainkan dengan kedudukan.

Seluruh dunia sedang mencari apa yang dilukiskan oleh shalom: kesehatan, keutuhan, keamanan, kecukupan, hubungan yang dipulihkan, dan ketenangan batin yang dalam. Setiap pencarian akan kesejahteraan, setiap tren gaya hidup sehat, setiap strategi pengembangan diri, adalah upaya menemukan apa yang hanya disediakan oleh satu Pribadi.

Shalom bukan tujuan yang harus Anda tempuh. Shalom adalah Pribadi yang sudah lebih dulu menempuh jalan menuju Anda.