Tak Ada yang Membaca Label Gizi Sambil Makan Malam

Coba ingat apa yang Anda makan siang tadi.
Sekarang sebutkan vitaminnya. Uraikan profil asam amino pada ayamnya. Jelaskan apa yang dilakukan minyak terhadap nasi pada suhu sekian.
Anda tidak bisa, dan ketidaktahuan itu sama sekali tidak menghalangi Anda menyantapnya. Anda duduk, Anda menikmatinya, dan tubuh Anda mengurus seluruh urusan kimiawi itu tanpa perlu meminta izin.
Anehnya, kewarasan itu kita tinggalkan begitu Alkitab terbuka di hadapan kita.
Tiba-tiba santapan tidak boleh dimulai sebelum setiap bahannya berhasil dikenali. Apa latar belakang sejarahnya. Apa arti kata itu pada abad pertama. Mengapa pasal ini ditaruh di sini. Dan ketika kita tidak sanggup menjawab, kita menutup buku itu dan memasukkannya ke dalam daftar hal-hal yang bukan untuk orang seperti kita.
Pengertian itu lahir dalam proses pencernaan, bukan sebelum makan.
Daud memberi petunjuknya justru dalam urutan yang benar-benar bekerja.
Kecap dulu. Baru lihat. Ia tidak berkata: pelajari dulu, baru kecap.
Petrus mengatakan hal yang sama dengan gambaran yang bahkan lebih sederhana.
Air susu itu ia sebut (adolon) ἄδολον — "murni, tanpa tipu daya, tanpa campuran", dan TB menerjemahkannya "murni". Tidak ada yang ditambahkan, tidak ada yang dikurangi. Lalu perhatikan siapa pembaca teladan yang ia pilih. Seorang bayi. Bayi tidak punya teologi, tidak punya alat bantu studi, tidak punya rencana baca setahun. Ia hanya punya selera makan, dan ia bertumbuh.
Tidak satu pun dari semua ini menentang studi. Menelaah kata itu baik. Tafsiran itu berguna. Galilah sedalam yang Anda mau.
Hanya saja, jangan jadikan analisis sebagai tiket masuk ke meja makan. Orang yang menolak makan sebelum ia sanggup menjelaskan isi piringnya akan mati kelaparan di dapur yang penuh.
Jadi besok, bukalah Alkitab seperti Anda membuka lemari es saat perut Anda benar-benar lapar. Cari sesuatu yang baik. Ambil. Nikmati.
Khasiatnya tidak menunggu penjelasan Anda.
Seumur hidup Anda telah dikenyangkan oleh makanan yang tak pernah sanggup Anda jelaskan. Firman Tuhan bekerja dengan cara yang sama.
Suka tulisan ini? Terima renungan singkat seperti ini di kotak masuk Anda setiap pagi.