Kita sering menganggap keluhan sekadar kebiasaan buruk. Padahal, bahasa Ibrani menyingkapkan sesuatu yang lebih serius: keluhan itu sebuah jerat.

Kata Ibrani untuk "bersungut-sungut" adalah: (lun) לוּן — "bermalam, menginap, tinggal menetap."

Kata yang sama inilah yang dipakai ketika Rut berkata kepada Naomi, "di mana engkau bermalam, di situ pun aku bermalam" Rut 1:16 (TB) — dan juga ketika umat Israel "bersungut-sungut" kepada Musa dan Harun di padang gurun, Keluaran 16:2 (TB). Satu kata, dua terjemahan, satu pesan.

Ketika Anda mengeluhkan keadaan Anda, sesungguhnya Anda sedang mendirikan kemah di sana. Anda memutuskan untuk "bermalam" justru di tempat yang ingin Anda tinggalkan. Anda mengeluh, Anda menetap.

Israel bersungut-sungut di padang gurun, dan mereka pun tertahan di padang gurun. Pagar perlindungan itu mereka jebol sendiri, lalu musuh masuk lewat celahnya.

Kalau Anda ingin keluar dari keadaan Anda, ubahlah dulu bahasa Anda. Pujian adalah kendaraan yang membawa Anda maju. Keluhan adalah jangkar yang menahan Anda di tempat.

"Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan," Filipi 2:14 (TB)

Jika Anda tidak ingin berlama-lama di tempat itu, berhentilah mengeluhkan tempat itu.