Melangkah Melewati Penghalang

Ada kecenderungan dalam diri kita untuk menjadi terlalu sadar akan perlawanan. Kita sibuk mencari-cari masalah. Kita menganalisis "musuh". Kita mengkhawatirkan apa saja yang mungkin melenceng.
Tetapi Yesus memberikan satu petunjuk yang sangat menarik tentang kekuatan musuh.
Perhatikan gambarannya. Untuk menginjak sesuatu, benda itu harus berada di bawah kaki Anda.
Anda tidak perlu pergi berburu ular atau kalajengking. Anda tidak perlu terpesona oleh mereka. Anda hanya perlu menempuh jalan Anda bersama Allah. Kalau ada sesuatu yang menghalangi langkah Anda, Anda tidak berhenti; Anda melangkah melewatinya.
Dalam teks Yunani, penyangkalan itu dipakai berlapis: (ouden … ou mē) οὐδὲν … οὐ μή — "sama sekali tidak ada apa pun". Bentuk berganda ini menegaskan keamanan yang mutlak, dan TB menangkapnya dengan kalimat "tidak ada yang akan membahayakan kamu".
Tempat paling aman adalah tetap bergerak maju. Ketika Anda berjalan bersama Allah, si jahat selalu berada di bawah kaki Anda. Anda menginjaknya bukan dengan memusatkan perhatian kepadanya, melainkan dengan memusatkan perhatian pada arah tujuan Anda.
Teruslah melangkah.
Suka tulisan ini? Terima renungan singkat seperti ini di kotak masuk Anda setiap pagi.
