Tiga Gerbang, Satu Obat

Sebuah kota kuno hidup atau mati di pintu gerbangnya. Para penjaga berdiri di sana. Para pedagang masuk di sana. Musuh mengincar tempat itu. Apa pun yang melewati pintu gerbang itu menguasai jalan-jalan di dalamnya.
Salomo memahami pintu gerbang. Dalam Amsal 4, ia berkata kepada anaknya bahwa tubuh manusia juga memiliki pintu gerbang.
Bacalah perintah itu perlahan-lahan. Arahkanlah telingamu. Janganlah semuanya itu menjauh dari matamu. Simpanlah itu di lubuk hatimu. Telinga, mata, hati. Tiga gerbang, satu jalan masuk.
Lalu bacalah janjinya. Firman Allah adalah "kehidupan bagi setiap orang yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuhnya". Kata Ibrani yang diterjemahkan "kesembuhan" adalah (marpe) מַרְפֵּא — "kesehatan, penyembuhan, kesembuhan". Itu bahasa medis. Salomo tidak berkata Firman itu memperbaiki teologi Anda. Ia berkata Firman itu menyembuhkan tubuh Anda. Perhatikan jangkauan janji itu: seluruh tubuhnya. Bukan bagian yang kuat saja. Bukan bagian yang sudah terasa baik. Tidak ada bagian tubuh Anda yang tidak disentuh Firman Allah dengan kehidupan.
Jadi, bagaimana Anda membuka pintu gerbang itu?
Gerbang pertama: telinga. "Arahkanlah telingamu" menggambarkan tindakan fisik. Anda mencondongkan tubuh ke arah suara yang tidak ingin Anda lewatkan. Bacalah Alkitab dengan suara nyaring. Dengarkan khotbah yang diurapi. Putar khotbah itu di mobil Anda. Biarkan suara Anda sendiri membawa ucapan Allah melalui gerbang telinga. Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran dimulai dengan keputusan untuk mencondongkan diri.
Gerbang kedua: mata. "Janganlah semuanya itu menjauh dari matamu." Bagaimana Anda menjaga Firman tetap ada di depan mata Anda sepanjang hari? Maksud Salomo lebih dari tinta di atas kertas. Alkitab adalah kitab yang penuh gambaran iman. Mazmur 1 menunjukkan kepada Anda seseorang yang ditanam seperti pohon:
Lihatlah diri Anda sebagai pohon itu. Akar di dalam air. Buah pada musimnya. Amsal 31 menunjukkan kepada Anda seorang perempuan yang dihormati di rumahnya sendiri:
Lihatlah diri Anda sebagai ibu itu, istri itu. Firman tidak menjauh dari mata Anda ketika Anda berdiri di dalam gambaran itu. Ini bukan khayalan demi khayalan semata. Inilah cara Alkitab meminta untuk dibaca.
Gerbang ketiga: hati. "Simpanlah itu di lubuk hatimu." Kata Ibrani yang diterjemahkan di sana adalah (tavek) תָּוֶךְ — "tengah, pusat". Maksudnya pusat, bukan tepi. Banyak dari kita menyimpan ayat di tepi hidup, dekat pintu keluar, mudah hilang. Salomo menyuruh kita meletakkannya di pusat, tempat setiap pikiran harus melewatinya. Cara praktis melakukannya: bawalah satu ayat ke dalam hari Anda. Kembalilah kepada ayat itu saat makan siang. Ucapkan lagi pada malam hari. Apa yang berada di pusat hati Anda membentuk segala sesuatu yang bergerak melaluinya.
Ketika ketiga gerbang itu terbuka bagi Firman, ayat 22 mulai bekerja. Kehidupan bagi setiap orang yang mendapatkannya. Kesembuhan bagi seluruh tubuhnya. Dokter mengobati satu organ pada satu waktu. Firman Allah mengobati seluruh tubuh Anda sekaligus.
Obat Allah memiliki satu label dan tiga pintu masuk: apa yang Anda dengar, apa yang Anda lihat, dan apa yang Anda simpan.
Suka tulisan ini? Terima renungan singkat seperti ini di kotak masuk Anda setiap pagi.
