Akar Kemarahan Anda

Orang yang perutnya kosong gampang tersulut amarah. Kenyataan jasmani ini kita pahami betul. Namun anehnya, kita jarang mengenali lapar yang satu lagi: lapar rohani. Banyak orang bergumul dengan kemarahan yang tak kunjung reda, dengan kemurungan, dengan kecemasan, semata-mata karena roh mereka dibiarkan kelaparan.
Mereka mencoba mengganjal lapar itu dengan hiburan, dengan media sosial, dengan makanan. Semua itu tidak menolong. Jiwa tetap saja kosong.
Yeremia tahu bagaimana seharusnya menyambut Firman Tuhan:
Kata Ibrani untuk roti adalah (lechem) לֶחֶם — "roti". Yesus menyebut diri-Nya roti hidup. Roti tidak untuk dianalisis; roti untuk dimakan.
Ketika Anda membuka Alkitab, jangan memperlakukannya seperti buku pelajaran. Perlakukanlah sebagai santapan. Bacalah untuk memberi makan manusia batin Anda. Sementara Anda mengunyah kebenaran itu, sukacita pulih. Kekuatan pun pulih.
Saat hati terasa hampa, jangan mencari pengalih perhatian; bukalah Firman dan santaplah.
Suka tulisan ini? Terima renungan singkat seperti ini di kotak masuk Anda setiap pagi.
