Kita sering bersyukur kepada Allah atas kesulitan yang Ia angkat dari pundak kita. Tetapi jarang sekali kita bersyukur atas kesulitan yang sejak awal tidak pernah kita masuki.

Ada satu sisi dari sifat Allah yang sepenuhnya bergerak lebih dahulu. Ia bukan hanya berjalan di samping Anda; Ia berjalan mendahului Anda.

"Allahku dengan kasih setia-Nya akan menyongsong aku." Mazmur 59:11 (TB)

Kata yang dipakai di sini untuk "kasih setia" adalah (hesed) חֶסֶד — "kasih karunia" atau "kasih perjanjian". Allah dari hesed Anda berjalan di depan Anda untuk meratakan tempat-tempat yang berkelok.

Ia menyiapkan jalan. Ia meluruskan lorong itu sebelum telapak kaki Anda menyentuh tanahnya. Mungkin Anda mengira Anda hanya "kebetulan beruntung" ketika sebuah pertemuan berjalan mulus, ketika Anda luput dari kecelakaan di jalan, atau ketika hasil pemeriksaan dokter ternyata bersih.

Itu bukan keberuntungan. Itulah Allah yang penuh kasih karunia, yang tiba di masa depan Anda sebelum Anda sendiri sampai ke sana, dan menata ulang waktu serta keadaan demi kebaikan Anda.

Bahkan ketika kita tidak layak menerimanya, Ia tetap menuntun kita. Dialah Allah yang mengajar kita tentang apa yang memberi faedah, dan yang menuntun kita di jalan yang harus kita tempuh.

Anda tidak sedang melangkah ke masa depan yang serba acak; Anda sedang melangkah ke tempat yang sudah disiapkan.