Dari Kata Kerja Menjadi Kata Benda

Ketika Allah berbicara kepada Ishak, Ia memakai satu kata khusus untuk "memberkati".
Kata Ibrani yang dipakai di sini adalah (barakh) בָּרַךְ — "memberkati". Ini adalah kata kerja — tindakan memberkati itu sendiri. Allah yang secara aktif mencurahkan perkenanan, pertambahan, dan kuasa ke dalam hidup Anda.
Tetapi maksud Allah tidak pernah berhenti pada kata kerja. Kepada Abraham Ia berkata bahwa ia akan diberkati supaya ia menjadi berkat.
Tujuannya adalah bergerak dari (barakh) בָּרַךְ — "memberkati", sebuah kata kerja — menuju (berakhah) בְּרָכָה — "berkat", sebuah kata benda. Dalam Kejadian 12:2 (TB), kata benda inilah yang dipakai: "engkau akan menjadi berkat."
Allah mengerjakan barakh — Ia memberkati usaha Anda, relasi Anda, pelayanan Anda — supaya pada akhirnya Anda menjadi berakhah, seorang pribadi yang menjadi berkat bagi setiap orang di sekeliling Anda.
Berkat bukan sekadar sesuatu yang Anda terima; ia menjadi sesuatu yang Anda sandang sebagai jati diri.
Jika perhatian Anda hanya tertuju pada apa yang Anda dapatkan, Anda masih tertahan di kata kerja. Kedewasaan iman adalah ketika Anda sungguh menjadi kata bendanya.
Suka tulisan ini? Terima renungan singkat seperti ini di kotak masuk Anda setiap pagi.