Allah Tidak Kaget Melihat Kekurangan Anda

Salah satu hal yang paling sulit dipercaya adalah bahwa Allah memandang Anda bersih, justru ketika Anda sendiri masih melihat begitu banyak cacat dalam diri Anda.
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
Dalam bahasa aslinya Yesus memakai kata (katharoi este) καθαροί ἐστε — “kamu adalah orang-orang yang bersih”, sebuah pernyataan tentang keadaan yang sudah berlaku, bukan proses yang masih berjalan. TB menangkapnya dengan tepat: bukan sedang menjadi bersih — melainkan sudah bersih.
Alkitab berbicara tentang dua macam pembasuhan:
-
Permandian sekali untuk selamanya (Titus 3:5; Ibrani 10:10).
-
Pembasuhan harian dari “debu” kehidupan (Yohanes 13:10).
Debu itu nyata. Kesalahan, kelemahan, godaan — semuanya benar-benar terjadi.
Tetapi debu tidak pernah mengubah identitas Anda. Debu tidak pernah menulis ulang kisah hidup Anda. Debu tidak pernah menanggalkan jubah kebenaran yang telah Kristus kenakan pada Anda.
Paulus menulis,
Sekarang — bukan setelah Anda berhasil membereskan diri.
Sekarang — bukan setelah Anda lebih rajin berdoa.
Sekarang — sebab darah Yesus tetap melekat pada Anda, bahkan ketika hidup terasa berantakan.
Ketika Allah memandang Anda, Ia tidak melihat “dosa yang menempel pada Anda.”
Ya, dosa memang ada di dalam kemanusiaan Anda, tetapi Allah melihat Anda di dalam Kristus — tertutupi, dibersihkan, dan disambut (Efesus 1:6).
Itulah sebabnya Anda boleh datang dengan berani. Tidak dengan gemetar. Tidak dengan langkah ragu-ragu.
Anda bukan orang asing yang mengetuk-ngetuk pintu, berharap diizinkan masuk. Anda adalah anak yang sudah duduk di meja makan.
Bapa tidak mengernyit melihat kekurangan Anda; yang Ia lihat adalah karya Anak-Nya yang sudah selesai.
Kasih karunia ingin Anda hidup dari penerimaan Allah yang sudah Anda miliki, bukan berjuang demi meraihnya.
Suka tulisan ini? Terima renungan singkat seperti ini di kotak masuk Anda setiap pagi.
