Ketika Berserah Lebih Nyaring daripada Berjuang

Kita sering mengira Allah berbicara dengan bahasa yang sama seperti dunia — lewat nilai, angka, dan pencapaian yang kelihatan.
Namun ketika Yesus memandang perempuan yang mengurapi kaki-Nya, Ia tidak memuji pengorbanannya, tidak pula jerih payahnya.
Kata-Nya,
Bukan air matanya.
Bukan minyak wanginya.
Bukan keberanian yang ia butuhkan untuk melangkah masuk ke ruangan yang penuh tatapan menghakimi.
Hanya iman.
Percaya yang sederhana.
Inilah Injil.
Di saat dunia menimbang Anda dari apa yang Anda kerjakan,
Yesus menerima Anda dari apa yang Anda percayai tentang diri-Nya.
Iman tidak menuntut perhatian.
Ia hanya beristirahat di dalam Dia yang sudah menanggung segalanya.
Iman membebaskan Anda dari usaha memperoleh apa yang sudah Allah berikan dengan cuma-cuma.
Suka tulisan ini? Terima renungan singkat seperti ini di kotak masuk Anda setiap pagi.
