Ada Generasi yang Tidak Akan Mati

Paulus mengulang dirinya sendiri dalam 1 Tesalonika 4. Dalam rentang tiga ayat, ia menuliskan frasa yang sama dua kali: "yang hidup, yang masih tinggal". Pengulangan dalam Alkitab bukan tanda penulis yang ceroboh. Pengulangan adalah penekanan. Ketika Allah mengatakan sesuatu dua kali dalam satu bagian, Ia ingin kita berhenti sejenak dan menatapnya lebih dekat. Paulus menulis:
Bagian ini berbicara tentang Pengangkatan. Kata "diangkat" menerjemahkan kata kerja Yunani (harpazō) ἁρπάζω — "merenggut, menyambar dengan tiba-tiba". Suatu hari Tuhan akan turun, orang-orang mati dalam Kristus akan bangkit, dan satu generasi orang percaya yang masih hidup akan menyongsong Dia di angkasa.
Tetapi perhatikan frasa yang Paulus tulis dua kali: yang hidup, yang masih tinggal. Kata yang diterjemahkan "yang masih tinggal" adalah partisip Yunani (perileipomenoi) περιλειπόμενοι — "mereka yang tersisa, yang selamat". Ini kata yang berbau ketahanan hidup. Kata ini melukiskan orang-orang yang masih ada di sini setelah segala sesuatu yang melawan mereka berlalu.
Ada perbedaan antara "hidup" dan "masih tinggal". Seorang anak berusia empat tahun hidup — itu fakta sederhana. Ia belum menghadapi banyak hal. Tetapi orang yang masih tinggal adalah orang yang sudah menembus sesuatu. Ia berhadapan dengan penyakit dan bertahan lebih lama daripada penyakit itu. Ia melewati pencobaan dan kesesakan, dan ia selamat. "Hidup" adalah keadaan. "Masih tinggal" berbicara tentang kuasa.
Jadi Paulus, yang dengan terus terang berkata bahwa ia berbicara "dengan firman Tuhan", sedang melukiskan satu generasi orang percaya yang tidak sekadar ada di akhir zaman. Mereka bertahan. Mereka menembus tekanan dan tulah hari-hari terakhir dengan kaki tetap berdiri, tubuh tetap sehat, dan masih hadir ketika sangkakala berbunyi.
Bagaimana mereka bisa sampai di sana? Saya percaya Allah akan memberikan kepada umat-Nya satu penyingkapan dari firman-Nya menjelang Pengangkatan: penyingkapan yang menunjukkan kepada orang percaya bagaimana berjalan dalam kesehatan ilahi, bagaimana bukan hanya hidup, melainkan tetap hidup dan berbuah sampai Yesus datang kembali. Bukan Injil yang baru. Bukan pesan yang disampaikan malaikat. Melainkan penglihatan yang segar atas apa yang sudah lama Allah tuliskan.
Hal ini cocok dengan pola yang Allah nyatakan sejak dahulu. Perkataan-Nya membawa hidup-Nya:
Dan hal ini cocok pula dengan tujuan yang Yesus umumkan tentang kedatangan-Nya:
Hidup yang berkelimpahan tidak terbatas pada roh. Ia menampakkan diri dalam tubuh sebagai kesehatan, kekuatan, dan tenaga. Ia menampakkan diri dalam satu generasi yang selamat dari hal-hal yang seharusnya menyingkirkannya.
Lalu apa yang harus Anda lakukan dengan semua ini? Tiga hal. Pertama, nantikanlah. Allah tidak menyembunyikan persediaan bagi generasi terakhir dari generasi terakhir itu sendiri. Kedua, bukalah firman. Penyingkapan yang menopang generasi ini akan datang dari Alkitab, jadi bacalah dengan perhatian yang baru. Ketiga, lakukanlah apa yang Paulus perintahkan di akhir bagian ini:
Perkataan ini ditulis untuk menghibur Anda, bukan untuk menakut-nakuti Anda. Akan ada satu generasi yang berdiri di atas bumi, menyongsong Tuhan di angkasa, dan tidak pernah mengecap maut. Paulus mengatakannya dua kali supaya Anda mempercayainya sekali.
Generasi terakhir tidak akan bertahan karena kebetulan. Ia tetap tinggal karena menemukan hidup yang sudah Allah letakkan di dalam firman-Nya.
Suka tulisan ini? Terima renungan singkat seperti ini di kotak masuk Anda setiap pagi.