Bahasa dari Ruang Mahakudus

Kita adalah makhluk yang terdiri dari tiga bagian—roh, jiwa, dan tubuh. Susunan ini mencerminkan kemah suci pada zaman dahulu: pelataran luar (tubuh), ruang kudus (jiwa), dan Ruang Mahakudus (roh).
Sebagian besar hidup kita berlangsung di dua bagian yang pertama. Kita sibuk dengan apa yang kita rasakan di tubuh atau apa yang kita olah di pikiran. Tetapi ketika Anda berdoa dalam bahasa roh, Anda sedang bekerja dari Ruang Mahakudus—dari manusia roh Anda.
Mengapa Yudas menyebutnya "paling suci"? Karena doa itu keluar dari tempat yang paling kudus. Ketika Anda berdoa dalam Roh, Anda melampaui batas-batas akal budi Anda. Pikiran Anda mungkin "tidak turut berdoa" karena tidak mengerti bunyi yang keluar, tetapi roh Anda sedang berbicara langsung dengan Allah.
Karunia ini bukan soal "mengaduk-aduk perasaan". Ini soal membiarkan sungai itu mengalir dari tempat kudus di bagian terdalam diri Anda. Inilah "perhentian dan kelegaan" yang mengisi ulang roh Anda ketika pikiran sudah letih. Inilah bahasa dari diri Anda yang paling dalam, yang berjumpa dengan Roh Allah di tempat Anda menjadi satu dengan Dia.
Akal budi adalah alat yang luar biasa, tetapi roh Andalah takhta yang sesungguhnya.
Suka tulisan ini? Terima renungan singkat seperti ini di kotak masuk Anda setiap pagi.
