Bahaya Rasa Tidak Aman

Ada satu ketakutan yang kerap berbisik di bangku-bangku gereja.
Ketakutan itu berbunyi begini: kalau orang merasa terlalu aman dalam hubungannya dengan Allah, mereka akan jadi malas. Kita khawatir, jika terlalu sering berbicara tentang jaminan keselamatan yang pasti, orang percaya akan berhenti berjuang. Kita mengira sedikit rasa cemas adalah pupuk yang baik bagi kekudusan.
Padahal, tidak ada yang lebih jauh dari kebenaran daripada anggapan itu.
Rasa tidak aman tidak pernah menghasilkan kekudusan. Rasa tidak aman menghasilkan kegelisahan, sikap bersembunyi, dan pada akhirnya, dosa. Ketika Anda tidak yakin di mana posisi Anda di hadapan Allah, Anda tidak berlari kepada-Nya; Anda justru berlari menjauh. Anda tidak mungkin bermain lepas kalau terus menoleh ke belakang, menanti kapan nama Anda dicoret dari daftar pemain.
Perubahan yang sejati hanya tumbuh di tanah yang benar-benar aman. Ketika Anda tahu kedudukan Anda tidak dapat ditarik kembali, Anda menjadi bebas untuk melangkah dengan cara yang berbeda.
Kita tidak perlu menakut-nakuti orang supaya mereka taat. Kita perlu mengasihi mereka sampai mereka utuh.
Anak yang merasa aman akan bertumbuh; anak yang ketakutan akan bersembunyi.
Suka tulisan ini? Terima renungan singkat seperti ini di kotak masuk Anda setiap pagi.
