Alam bukan sekadar pemandangan. Menurut Alkitab, ciptaan itu hidup, sadar, dan sedang menderita.

Bumi mengeluh di bawah beban kejatuhan. Ia ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan karena kemauannya sendiri, melainkan karena manusia kehilangan arah. Dan kini ciptaan berdiri berjingkat, menanti satu hal yang sangat tertentu.

Ia tidak sedang menanti Allah turun. Ia sedang menanti Anda menjadi dewasa.

"Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan." Roma 8:19 (TB)

Kata yang dipakai di sini untuk "anak-anak" adalah (huios) υἱός — "anak yang telah dewasa", bukan (teknon) τέκνον — "anak kecil, keturunan". TB menerjemahkan keduanya dengan "anak", sehingga perbedaannya mudah luput dari mata; Anda bisa memeriksanya sendiri dengan membandingkan ayat ini dengan Roma 8:16-17, di mana Paulus memakai kata yang lain.

Jadi yang dimaksud bukan bayi rohani. Yang dimaksud adalah putra dan putri yang sudah matang, yang mengenal warisan dan otoritasnya.

Mengapa ciptaan menanti? Karena ia tahu, seorang anak yang dewasa memiliki kuasa untuk mematahkan perbudakan kebinasaan.

Kesadaran tanpa tindakan tidak ada gunanya. Begitu Anda tahu siapa diri Anda, suara Anda pun berubah. Anda berhenti melaporkan kekacauan dan mulai memerintahkan damai sejahtera. Anda berbicara kepada keadaan yang layu, kepada penyakit di tubuh, kepada badai yang mengamuk di rumah Anda.

Dunia sedang menunggu Anda menyadari siapa diri Anda, supaya akhirnya ia dapat menaati apa yang Anda katakan.