Kepala Penuh, Hati Kosong

Anda bisa membuka Alkitab dan menimbun segunung informasi tanpa pernah sekali pun berjumpa dengan Sang Penulisnya. Anda bisa lulus dari sekolah teologi dengan kepala yang penuh dan hati yang kosong.
Alkitab berkata bahwa pengetahuan menjadikan orang sombong, tetapi pernyataan Allah membangun. Bedanya tidak terletak di otak; bedanya terletak pada sikap hati.
Yang paling kita butuhkan ketika mendekati firman Allah adalah hati yang rendah dan mau diajar — dalam Alkitab disebut (praus) πραΰς, yang oleh TB diterjemahkan "lemah lembut". Artinya: mudah diajar, tidak sulit ditegur.
Sebelum Anda membuka Kitab itu, cobalah doa yang sederhana: "Bapa, berilah aku mata yang melihat dan hati yang mendengar. Biarkan aku memandang Yesus." Ketika Anda berhenti membaca untuk sekadar "tahu" dan mulai membaca untuk "melihat", firman itu menjadi firman yang hidup bagi hari ini — pernyataan Allah yang mengubah Anda menjadi karang yang kokoh bagi orang lain.
Cara terbaik untuk belajar adalah mengakui bahwa Anda belum tahu.
Suka tulisan ini? Terima renungan singkat seperti ini di kotak masuk Anda setiap pagi.
