Rasul Paulus pernah menaikkan sebuah doa yang dalam bagi jemaat di Efesus. Ia meminta agar mereka menerima Roh hikmat dan wahyu. Lalu ia menjelaskan bagaimana persisnya hikmat rohani itu bekerja: hal itu terjadi ketika mata pengertian Anda dibuat terang.

Dalam teks Yunani aslinya, kata untuk pengertian adalah (dianoia) διάνοια — "pengertian, daya khayal, pikiran". Sedangkan kata untuk dibuat terang adalah (photizo) φωτίζω — "menerangi, memberi terang". Terjemahan Baru merangkum keduanya dengan ungkapan yang indah: "menjadikan mata hatimu terang".

"Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus," Efesus 1:18 (TB)

Di bawah Perjanjian Baru, Allah menuliskan petunjuk-Nya pada hati dan pikiran kita. Sering kali Ia melakukannya dengan menaruh gambaran dan kesan di dalam imajinasi kita yang telah dikuduskan. Namun musuh mengincar ruang yang sama. Ia ingin memenuhi pikiran Anda dengan gambaran ketakutan, penyakit, dan kekurangan. Ia memakai arus berita buruk yang tak pernah berhenti untuk menahan Anda dalam kegelisahan.

Kalau Anda menghabiskan berjam-jam melahap berita negatif, Anda sedang menjejali pikiran Anda dengan rincian bencana. Anda membaca judul beritanya, menelusuri anak judulnya, lalu menonton wawancara demi wawancara tentang persoalan itu. Damai sejahtera Anda lenyap karena imajinasi Anda sudah dikuasai oleh kesusahan.

Sadarilah apa yang terjadi di dunia, tetapi jangan tenggelam di dalamnya. Jagalah mata hati Anda. Ketika Anda memenuhi pikiran Anda dengan janji-janji Allah, terang-Nya bersinar atas imajinasi Anda. Anda mulai melihat kebaikan-Nya, bukan ancaman musuh.

Anda melindungi damai sejahtera Anda ketika Anda memilih sendiri apa yang mengisi layar pikiran Anda.