Anda Bukan Seperti yang Mereka Katakan

Ada sebuah kota bernama Yerikho. Dalam sejarah, kota itu dikenal sebagai kota kutuk.
Yesus melangkah masuk tepat ke tengah-tengahnya.
Hari itu orang berdesak-desakan, riuh oleh suara dan penghakiman. Mereka sedang menatap seorang laki-laki bernama Zakheus. Di mata mereka, ia seorang pengkhianat. Ia kepala pemungut cukai, orang yang menjadi kaya karena bekerja sama dengan Roma dan memeras tetangganya sendiri.
Mereka melihat seorang "pendosa". Yesus melihat sesuatu yang lain.
Yesus berhenti, menengadah ke pohon ara itu, dan memanggilnya dengan namanya. Bukan sekadar sebutan umum. Ia memakai nama Ibraninya:
(Zakkay) זַכָּאי — "yang murni, tidak bersalah, benar"
Bayangkan betapa terkejutnya orang banyak itu. Mereka mengenalnya sebagai pendosa nomor satu. Yesus memanggilnya Si Murni.
Di pengadilan Yahudi, ketika hakim mengetukkan palu untuk membebaskan seorang terdakwa, vonis itu diucapkan: Zakkay. Tidak bersalah.
Yesus berdiri di tengah para penuduh dan mengumumkan vonis itu bahkan sebelum sidang dimulai. Ia tidak menunggu Zakheus mengembalikan uangnya lebih dahulu. Ia tidak menunggu sepatah permintaan maaf. Ia menyatakan kebenaran orang itu terlebih dahulu.
Agama berkata: ubahlah kelakuanmu supaya kaudapatkan nama yang baru. Kasih karunia memberi Anda nama yang baru, dan nama itulah yang memampukan Anda mengubah kelakuan.
Anda bukan seperti yang dikatakan orang banyak. Anda adalah seperti yang Ia katakan.
Ketika palu hakim diketukkan, vonisnya adalah kasih karunia.
Suka tulisan ini? Terima renungan singkat seperti ini di kotak masuk Anda setiap pagi.
