Kerja Anda Bukan Tuan Anda

Di Eden, setelah manusia jatuh, Allah berfirman kepada Adam,
Sejak itu peluh menjadi gambaran kerja yang memeras—
bekerja demi bertahan hidup, membanting tulang demi sesuatu yang dulu diberikan cuma-cuma,
hidup seolah-olah segalanya bergantung pada diri sendiri.
Lalu ada taman yang lain.
Di bawah beban dosa kita, Yesus berlutut di Getsemani, dan
Darah-Nya menyentuh lambang kutuk itu sendiri—tetapi kali ini untuk membalikkannya.
Kasih karunia turun ke tanah yang sama, tempat segala jerih payah itu bermula.
Pekerjaan tidak lenyap.
Namun ketakutan dan segala beban gelap di baliknya kehilangan kuasanya atas Anda.
Bekerja bukan lagi soal menghidupi diri sendiri.
Bekerja menjadi cara melayani Tuhan yang sudah lebih dulu menghidupi Anda.
Tangan Anda tetap bekerja,
tetapi bahu Anda tidak lagi memikul bebannya.
Karena Anda melayani Tuhan, pekerjaan Anda bukan lagi sumber hidup Anda—Dialah sumber itu.
Suka tulisan ini? Terima renungan singkat seperti ini di kotak masuk Anda setiap pagi.
