Ada satu pertanyaan yang menggantung dalam kisah Emaus:
Mengapa Yesus menahan mereka supaya tidak mengenali-Nya?

Dia bisa mengakhiri duka mereka dalam sekejap,
cukup dengan berkata, “Ini Aku.”

Tetapi Dia tidak melakukannya.

Sebaliknya, mata mereka “dibuat tidak dapat mengenal Dia”,
supaya Dia dapat memberi mereka sesuatu yang lebih baik.

Inilah alasannya:

Kalau mereka mengenali-Nya secara jasmani,
hanya dua orang di satu jalan yang beroleh untung.

Namun dengan mengajar mereka mengenali Dia di dalam Kitab Suci,
setiap generasi diberi jalan masuk yang sama.

Penglihatan mata itu terbatas.
Penyataan bisa dibagikan.

Dan pada saat Dia membuka Kitab Suci,
hati mereka mulai berkobar-kobar.

Sebab Kristus yang hidup, yang tak dapat mereka lihat dengan mata,
mulai mereka lihat dengan pengertian.

Yesus ingin kita semua mendapat kesempatan yang sama.
Bukan ingatan akan wajah-Nya,
melainkan penyataan tentang Pribadi-Nya
yang tertulis dalam setiap ayat.

Melihat Yesus di dalam Kitab Suci—itulah cara seluruh dunia dapat berjalan bersama Dia.