Memperbaiki diri sendiri itu melelahkan.

Kita berusaha mengangkat diri dengan tangan kita sendiri. Kita memakai tekad, disiplin, bahkan rasa malu untuk memaksa diri menjadi pribadi yang lebih baik. Kita mencoba supaya tidak mudah marah, lebih sabar, tidak gampang takut.

Tetapi Alkitab menawarkan cara kerja yang sama sekali lain.

"Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar." 2 Korintus 3:18 (TB)

Kata Yunani yang dipakai di sini adalah (katoptrizomenoi) κατοπτριζόμενοι — "memandang seperti pada cermin", yang oleh TB diterjemahkan "mencerminkan". Dan di situlah letak rahasianya: kita tidak diubah karena berusaha, melainkan karena memandang.

Ini perubahan yang pasif, seperti kulit yang menjadi cokelat karena berjemur. Tidak ada orang yang "berusaha keras" supaya kulitnya menjadi cokelat; ia hanya menempatkan dirinya di bawah matahari, dan matahari yang mengerjakan sisanya. Begitu pula ketika Anda menempatkan diri di hadapan Kristus—memandang Yesus, kasih-Nya, dan karya-Nya yang sudah selesai—Anda diubah tanpa harus memeras tenaga.

Anda menjadi seperti apa yang Anda pandang.

Kalau yang Anda pandang adalah kegagalan Anda, Anda hanya akan makin patah semangat. Kalau yang Anda pandang adalah kemuliaan dan kasih karunia-Nya, Anda akan makin serupa dengan Dia.

Letakkan buku panduan memperbaiki diri itu, dan pandanglah wajah Yesus.