Batu Itu Telah Digantikan oleh Kasih Karunia

Ketika Yesus masuk ke rumah Yairus untuk membangkitkan anak perempuan yang sudah mati, Ia hanya membawa tiga murid: Petrus, Yakobus, dan Yohanes.
Nama mereka menyimpan sebuah pesan.
Petrus — (Petros) Πέτρος — "batu"
Yakobus — (Iakōbos) Ἰάκωβος — bentuk Yunani dari nama Yakub, yang berakar pada gagasan "menggenggam tumit, mengambil alih tempat orang lain"; dalam Kejadian 27:36 TB kata kerja yang seakar dengannya diterjemahkan "menipu"
Yohanes — (Iōannēs) Ἰωάννης — "Allah itu murah hati"
Disusun berurutan, ketiganya melukiskan apa yang Yesus datang kerjakan:
Batu (hukum Taurat) telah digantikan oleh kasih karunia Allah.
Paulus menulis:
2 Korintus 3:6 (TB)
Di bawah hukum Taurat, perempuan yang sakit pendarahan itu sama sekali tidak boleh menjamah Yesus.
Di bawah kasih karunia, ia sembuh pada detik ia menjamah-Nya.
Di bawah hukum Taurat, tak seorang pun boleh mendekati mayat.
Di bawah kasih karunia, Yesus memegang tangan anak itu dan membangkitkannya.
Kasih karunia tidak menurunkan standar Allah.
Kasih karunia mengangkat Anda ke hadirat-Nya.
Ia tidak menuntut kesempurnaan — ia menghadirkan Juruselamat yang sempurna.
Dan ketika kasih karunia menggantikan hukum Taurat di dalam hati Anda, ketakutan berganti keberanian, dan kerja keras yang melelahkan berganti perhentian.
Kasih karunia tidak meminta Anda memanjat lebih tinggi — ia membawa Allah cukup dekat untuk merengkuh Anda.
Suka tulisan ini? Terima renungan singkat seperti ini di kotak masuk Anda setiap pagi.
