Penggaris Kebenaran

![]()
Perhatikan baik-baik gambar di atas.
Mata Anda berkata garis-garis itu miring. Barisannya tampak bengkok, turun di satu ujung dan naik di ujung yang lain. Otak Anda yakin betul bahwa susunan itu condong dan tidak rata.
Namun kalau Anda menempelkan sebuah penggaris pada salah satu garis mendatar itu, Anda akan menemukan sesuatu yang mengejutkan: Semuanya lurus sempurna.
Mata Anda berbohong kepada Anda. Apa yang Anda tangkap memang nyata Anda rasakan, tetapi itu bukan kebenaran.
Inilah persis pergumulan yang kita hadapi dalam hidup rohani. Kita hidup di dunia yang bekerja seperti sebuah ilusi optik.
Kita menatap saldo rekening, hasil pemeriksaan dokter, karier, hubungan kita — dan perasaan kita berbisik, "Ini sudah tidak ada harapan! Semuanya berantakan!" Emosi kita, sama seperti mata kita, hanya melaporkan apa yang terasa nyata. Ia berkata kita ditinggalkan, tidak dikasihi, atau sudah kalah.
Tetapi perasaan bukanlah fakta. Dan fakta pun belum tentu Kebenaran.
Alkitab membuat pembedaan yang tegas antara apa yang terlihat dan apa yang benar.
Kata Yunani untuk kebenaran yang dipakai dalam Alkitab adalah: (aletheia) ἀλήθεια — “kebenaran, kenyataan, realitas yang tersingkap”
Aletheia bukan sekadar soal benar atau salah; kata ini menunjuk pada tersingkapnya kenyataan yang sesungguhnya, yang tak berubah, yang ada di balik tirai segala sesuatu yang kita lihat.
Yesus adalah Kenyataan itu. Firman-Nya adalah penggaris yang harus kita tempelkan pada garis-garis hidup kita yang tampak "miring".
Ketika mata Anda berkata, "Hidupku hancur berkeping-keping," Yesus berkata, “Segala sesuatu ada di dalam Aku.”
Ketika perasaan Anda berkata, "Jalan ini bengkok dan tanpa harapan," Yesus berkata, “Aku akan meluruskan jalanmu.”
Ketika emosi Anda berkata, "Aku mulai goyah," Yesus berkata, “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu.”
Kita tidak bisa mempercayai mata kita. Kita tidak bisa mempercayai kemiringan yang seolah-olah kita lihat dalam keadaan kita. Kita hanya bisa mempercayai kebenaran Firman Allah yang tidak pernah melengkung dan tidak pernah menyimpang.
Jika Anda ingin tahu apa yang lurus, berhentilah menatap ilusinya dan mulailah menatap Yesus.
Suka tulisan ini? Terima renungan singkat seperti ini di kotak masuk Anda setiap pagi.
