Sungai yang Menyembuhkan

Nabi Yehezkiel melihat penglihatan tentang air yang mengalir dari bawah ambang pintu Bait Suci. Semakin jauh mengalir, air itu menjadi sungai, dan sungai itu menuju Laut Mati—satu tempat di mana tidak ada satu pun makhluk sanggup bertahan hidup. Namun ke mana pun sungai itu tiba, airnya menjadi sembuh, dan kehidupan mulai berkeriapan di sana.
Yesus menyebutkan sungai itu dengan jelas. Kata-Nya, barangsiapa percaya kepada-Nya, dari dalam dirinya akan mengalir aliran-aliran air hidup. Yang Ia maksudkan adalah Roh Kudus.
Kata yang dipakai Yesus di sini adalah (koilia) κοιλία — “perut, bagian yang paling dalam”; TB menerjemahkannya “dari dalam hatinya”. Artinya sungai itu tidak berasal dari luar, melainkan dari ruang terdalam diri Anda.
Ketika Anda berdoa dalam Roh, Anda sedang melepaskan sungai yang ada di dalam itu. Ia tidak berhenti di dalam diri Anda; ia mengalir keluar ke kesehatan Anda, ke perasaan Anda, ke keadaan yang sedang Anda hadapi. Dalam penglihatan Yehezkiel, pohon-pohon di tepi sungai itu tidak pernah layu, dan daun-daunnya menjadi obat.
Jika ada “Laut Mati” dalam hidup Anda—bagian yang terasa mandek, kering, seakan sudah lewat dari segala harapan—lepaskanlah sungai itu. Berdoalah dalam Roh. Biarkan kehidupan Allah mengalir dari batin Anda yang paling dalam ke situasi itu. Ke mana pun sungai itu mengalir, semuanya hidup.
Kesembuhan bukan peristiwa yang jauh di ujung sana; ia adalah arus yang mengalir dari dalam.
Suka tulisan ini? Terima renungan singkat seperti ini di kotak masuk Anda setiap pagi.
