Sauh bagi Jiwa Anda

Ketika sebuah kapal berlabuh di pelabuhan dan badai mulai mendekat, sang nakhoda menurunkan sauh. Sauh itu berat. Ia tenggelam ke dalam air yang gelap. Anda tidak bisa melihatnya. Namun begitu ia mencengkeram dasar laut, kapal itu aman. Ombak boleh mengombang-ambingkan lambungnya, tetapi kapal itu tidak akan hanyut ke tengah samudra.
Jiwa Anda membutuhkan sauh. Alkitab berkata bahwa kita memiliki pengharapan yang masuk sampai ke "belakang tabir".
Andalah kapal itu, terapung di atas ketidakpastian waktu. Yesus adalah Sauh itu, tertancap kokoh dalam kepastian kekekalan.
Ia adalah Perintis kita. Dalam budaya kuno, seorang perintis berlari mendahului untuk mengabarkan bahwa Raja sedang datang. Kehadirannya di dalam istana menjadi jaminan bahwa Dia yang di belakangnya pasti tiba. Yesus sudah masuk ke Tempat Mahakudus. Ia sudah ada di sana. Dan karena Ia ada di sana, Anda terikat pada kenyataan itu.
Mungkin hari ini Anda sedang merasakan badainya. Mungkin Anda terhuyung oleh kabar buruk. Tetapi Anda tidak akan hilang. Anda tertambat pada sorga.
Anda kokoh berdiri di sini karena sauh jiwa Anda tertancap di sana.
Suka tulisan ini? Terima renungan singkat seperti ini di kotak masuk Anda setiap pagi.
