Mengikuti Gerak Bapa

Yesus tidak meraba-raba dalam menjalani pelayanan-Nya di bumi. Ia tidak bersandar pada strategi manusia atau ambisi pribadi. Sebaliknya, Ia bekerja dengan satu prinsip yang sederhana sekaligus penuh kuasa: Ia hanya melakukan apa yang Ia lihat dikerjakan Bapa. Ketika Yesus berdiri di tepi kolam Betesda, di sana terbaring orang sakit dalam jumlah yang besar. Namun Yesus melewati kerumunan itu dan hanya berbicara kepada satu orang lumpuh. Ia menyembuhkan orang itu karena Ia melihat Bapa lebih dahulu bergerak untuk menyembuhkannya.
Allah masih menuntun anak-anak-Nya dengan cara yang persis sama hari ini. Ia tidak membiarkan Anda mengarungi hidup dengan kekuatan sendiri. Sebaliknya, Ia memberi Anda kesan-kesan lembut di dalam hati atau gambaran yang jernih di dalam pikiran tentang apa yang hendak Ia kerjakan. Kadang Anda melihat suatu keadaan dengan terang di benak Anda sebelum hal itu benar-benar terjadi. Itu bukan angan-angan yang sedang mempermainkan Anda. Itu adalah Bapa yang sedang memperlihatkan rencana-Nya.
Ketika Anda belajar mengenali kesan-kesan itu dan menaatinya, Anda berjalan dalam perlindungan ilahi. Anda terhindar dari tipu daya, dari keputusan bisnis yang keliru, dan dari beban yang sebenarnya tidak perlu Anda pikul. Berhentilah memaksakan jalan Anda sendiri. Pandanglah ke dalam, perhatikan ke mana Bapa sudah lebih dahulu bergerak, lalu ikuti saja tuntunan-Nya.
Kita tidak perlu menciptakan jalan kita sendiri, sebab kita dapat sekadar memperhatikan ke mana Bapa sudah lebih dahulu bergerak.
Suka tulisan ini? Terima renungan singkat seperti ini di kotak masuk Anda setiap pagi.
