Perhentian yang Mengubah Segalanya

Di penghujung sebuah pesan yang panjang, Yesus melakukan sesuatu yang sederhana namun dalam — Ia memberkati umat-Nya dengan perhentian.
Bukan perhentian karena berpangku tangan.
Bukan perhentian karena menyangkal kenyataan.
Melainkan perhentian yang lahir dari percaya.
Ibrani 4:3 (TB)
Perhentian adalah saat hati Anda berhenti melatih rasa takut.
Perhentian adalah saat pikiran Anda berhenti memutar ulang segala “bagaimana kalau”.
Perhentian adalah saat jiwa Anda berhenti melompat ke depan atau menoleh ke belakang.
Perhentian menempatkan Anda pada satu-satunya saat di mana Allah bergerak: sekarang.
Alkitab menyebutnya:
2 Korintus 6:2 (TB)
Perhentian tidak menghapus tanggung jawab Anda.
Ia mengubah semangat yang Anda pakai untuk memikulnya.
Perhentian mengubah kecemasan menjadi kejernihan.
Perhentian mengubah kerja keras yang memaksa menjadi iman.
Perhentian mengubah sekadar bertahan hidup menjadi kekuatan.
Dan inilah sebabnya Allah memberkati Anda dengan perhentian sebelum hal lain mana pun — sebab dari sanalah segala sesuatu yang lain mengalir.
Langkah Anda berbeda ketika jiwa Anda tenang.
Cara Anda memimpin berbeda ketika hati Anda teduh.
Hidup Anda berbeda ketika damai sejahtera menjadi udara yang Anda hirup.
Perhentian bukanlah pelarian dari hidup.
Ia adalah kekuatan untuk menjalaninya dengan baik.
Suka tulisan ini? Terima renungan singkat seperti ini di kotak masuk Anda setiap pagi.
